4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka

4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka

Global | sindonews | Jum'at, 19 Juni 2026 - 21:29
share

Anggota kabinet sayap kanan Israel, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, pada hari Jumat (19/6/2026) menyerukan peningkatan serangan di Lebanon. Ancaman itu muncul setelah militer Israel mengatakan empat tentara tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.

Dalam unggahan di X, Ben-Gvir mengatakan Israel harus merespons dengan keras meskipun ada tekanan internasional.

“Dengan segala hormat kepada Amerika, Israel harus memperjelas kepada seluruh dunia bahwa darah putra-putra kita dan keamanan warga negara kita tidak akan dikorbankan. Seluruh Lebanon harus terbakar,” tulis menteri ekstremis itu.

“Tugas utama kita adalah melindungi warga negara Israel dan tentara IDF (tentara), dan komitmen ini lebih diutamakan daripada pertimbangan lainnya,” tambahnya.

Ben-Gvir mencatat ia telah menyampaikan posisinya secara langsung kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. “Saya mengatakan kepada Perdana Menteri, bahkan dalam pertemuan pribadi kami: Untuk setiap air mata seorang ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis,” ujar dia. Menyerukan serangan yang lebih keras, ia menambahkan di Timur Tengah perlu untuk “mengamuk. Untuk memusnahkan. Untuk menghancurkan teror.”

Menteri ekstremis lainnya, Smotrich, menulis di X, “Pagi yang berat… Saatnya berbicara dengan api. Untuk membuka gerbang neraka.”

Pernyataan tersebut muncul setelah militer Israel mengumumkan empat tentara telah tewas selama bentrokan di Lebanon selatan, di tengah ketegangan yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.

Meskipun ada kesepakatan AS-Iran yang dilaporkan mencakup ketentuan yang bertujuan mengakhiri permusuhan di Lebanon, serangan Israel berlanjut setelah tengah malam.

Sebelumnya pada hari Jumat, setidaknya 24 orang tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan, menurut kantor berita resmi Lebanon (NNA).Badan tersebut mengatakan serangan itu menghantam rumah-rumah penduduk di Al-Sharqiyah, Harouf, dan Kfar Sir di distrik Nabatieh, dan juga menyebabkan beberapa orang hilang.

Menurut angka resmi terbaru, serangan militer Israel di Lebanon, yang dimulai pada 2 Maret, telah menewaskan 3.912 orang, melukai 11.873 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta penduduk mengungsi.

Selama kampanye militer baru-baru ini, pasukan Israel maju lebih dari 10 kilometer (6 mil) ke wilayah Lebanon.

Baca juga: Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu

Topik Menarik