Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Kapal perang Rusia melepaskan tembakan peringatan di dekat satu kapal pesiar Inggris yang berlayar dengan lintasan berbahaya di Selat Inggris. Kementerian Pertahanan Rusia menambahkan tembakan tersebut dilepaskan ketika semua pilihan lain telah habis.
“Kapal Admiral Grigorovich sedang berlayar di perairan internasional antara Isle of Wight dan Normandy sesaat sebelum tengah hari pada hari Selasa ketika awaknya melihat kapal pesiar sipil, 'Bright Future', berlayar dengan jalur berbahaya yang akan membawanya ke dekat kapal perang," ungkap kementerian tersebut.
Awak kapal Rusia mencoba dan gagal menghubungi kapal pesiar tersebut melalui radio, sebelum menembakkan suar sinyal dan membunyikan sirene, yang keduanya tidak berhasil mengubah haluannya.
Ketika kapal pesiar tersebut berada dalam jarak 150 meter, komandan Admiral Grigorovich memutuskan melepaskan tembakan peringatan di haluannya dengan senjata ringan.
"Setelah itu, kapal pesiar berbendera Inggris tersebut segera mengubah haluan dan menjauh dari kapal perang Rusia," kata kementerian tersebut.
Lebih Mengerikan Dibandingkan Hantavirus, WHO: Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global
Kementerian itu menambahkan, “Awak kapal Rusia bertindak sesuai dengan aturan navigasi internasional dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mencegah insiden."
Insiden tersebut pertama kali dilaporkan pers Inggris, yang tidak menyebutkan kapal pesiar yang berlayar menuju kapal perang tersebut.
Kementerian Pertahanan Inggris tidak berkomentar tentang pertemuan itu, kecuali memberi tahu BBC bahwa mereka "sedang menyelidiki laporan tentang insiden di Selat Inggris."
Kapal Admiral Grigorovich – kapal perang berbobot 3.600 ton yang dilengkapi untuk membawa rudal jelajah Kalibr – sedang diikuti kapal patroli Angkatan Laut Kerajaan – HMS Mersey – pada saat insiden tersebut terjadi, lapor BBC.
Tidak jelas seberapa dekat HMS Mersey dengan Admiral Grigorovich pada saat itu.
Insiden tersebut terjadi dua hari setelah pasukan komando Inggris menaiki dan menyita kapal tanker berbendera Kamerun yang diduga membawa minyak Rusia yang dikenai sanksi.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menggambarkan kapal tanker tersebut sebagai milik "armada bayangan" Rusia, eufemisme untuk kapal tanker yang membawa minyak Rusia tanpa perlindungan dari perusahaan asuransi Barat. Kapal tersebut, 'Smyrtos', dinaiki pasukan Inggris di Selat Inggris.
Baca juga: Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen






