Israel-UEA Makin Mesra, Netanyahu Diam-diam Kunjungi Uni Emirat Arab saat Perang Iran

Israel-UEA Makin Mesra, Netanyahu Diam-diam Kunjungi Uni Emirat Arab saat Perang Iran

Global | sindonews | Kamis, 14 Mei 2026 - 05:38
share

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) secara rahasia selama perang melawan Iran. Kunjungan itu dikonfirmasi kantor PM Israel pada hari Rabu.

"Selama Operasi Lion's Roar, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab, di mana dia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan," bunyi pernyataan kantor PM Israel.

Baca Juga: Jadi Sekutu Israel, Uni Emirat Arab Diam-diam Serang Iran

Konfirmasi itu muncul sehari setelah Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel Mike Huckabee mengumumkan bahwa Israel telah mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome—dan juga personel militer untuk mengoperasikannya—ke UEA selama perang melawan Iran.

Meskipun tidak secara langsung mengonfirmasi komentar Huckabee, kantor PM Israel mengatakan kunjungan rahasia Netanyahu tersebut menandai terobosan bersejarah dalam hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab membantah bahwa Netanyahu telah melakukan kunjungan tanpa pemberitahuan ke negara Arab tersebut. "Hubungan dengan Israel tidak didasarkan pada kerahasiaan atau pengaturan rahasia," kata kementerian tersebut.Luasnya kerja sama kedua negara ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal minggu ini. Menurut surat kabar Amerika tersebut, UEA secara diam-diam melakukan beberapa serangan terhadap infrastruktur dan situs militer Iran sepanjang perang, termasuk serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan Iran pada awal April, sekitar waktu Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dan negosiasi dengan Iran.

Serangan tersebut dilaporkan dikoordinasikan dengan Israel, dan terjadi setelah beberapa kunjungan rahasia oleh Direktur Mossad David Barnea ke UEA.

UEA belum mengakui serangan tersebut, dan pemerintahnya juga belum mengomentari kunjungan Barnea.

Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka tidak akan mengizinkan AS atau Israel menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Iran. Namun, Teheran mengeklaim bahwa jet-jet tempur Amerika yang menyerang sebuah sekolah dasar di Minab pada hari pertama perang— menewaskan lebih dari 160 siswi—lepas landas dari Pangkalan Udara Al Dhafra di Abu Dhabi. Pasukan Iran membalas dengan menyerang Al Dhafra, serta infrastruktur AS di Pelabuhan Jebel Ali di Dubai.

Iran menghujani target di seluruh UEA dengan lebih dari 2.000 rudal dan drone dalam beberapa minggu berikutnya, sementara Teheran menuduh Emirat bekerja sama dengan "pihak-pihak yang bermusuhan" dalam perang tersebut.

Di tengah gencatan senjata yang rapuh, UEA pekan lalu menuduh Iran menyerang wilayahnya, membakar fasilitas minyak di Fujairah dan melukai tiga orang. AS belum mengutuk serangan itu, kemungkinan besar sebagai upaya untuk memastikan gencatan senjata tetap berlaku.

Topik Menarik