Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang

Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang

Global | sindonews | Selasa, 12 Mei 2026 - 14:11
share

Sebuah kapal yang Mengangkut 37 migran tanpa dokumen berasal dariIndonesia tenggelam di lepas pantai Pulau Pangkor di pantai barat Malaysia. Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) di Perak, Malaysia mengungkapkan insiden itu mengakibatkan 14 orang dilaporkan hilang.

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) di Perak mengatakan pihaknya mendapat informasi pada Senin pagi (11 Mei) dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban selamat terapung di laut.

"Investigasi awal ... menemukan bahwa jumlah total migran di kapal tersebut adalah 37 orang. Sejauh ini, 23 korban telah diselamatkan sementara upaya terus dilakukan untuk menemukan individu yang tersisa," kata Mohamad Shukri Khotob, direktur MMEA Perak, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin malam, dilansir CNA.

"Investigasi awal juga menemukan bahwa mereka (para migran) berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei dan ... menuju beberapa tujuan di Malaysia, termasuk Penang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur," tambah Mohamad Shukri.

Dia mengatakan bahwa badan tersebut telah mengerahkan kapal, helikopter, dan pesawat pengintai untuk mencari orang hilang. Mereka yang diselamatkan telah diserahkan kepada polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, investigasi awal menemukan bahwa perahu yang ditumpangi para korban diduga mengalami kebocoran sebelum tenggelam di perairan Pulau Pangkor.

Kemudian, Kepolisian Malaysia (PDRM) membuka berkas investigasi dan memimpin penyelidikan lebih lanjut atas insiden tersebut. Badan Penegakan Maritim Malaysia (APMM) juga membantu dalam operasi pencarian dan penyelamatan serta tindakan penegakan hukum terkait. Semua korban yang diselamatkan dibawa ke Markas Operasi Kepolisian Maritim Kampung Acheh, Perak untuk tindakan lebih lanjut.

Malaysia yang relatif maju adalah rumah bagi jutaan migran dari daerah-daerah miskin di Asia, banyak di antaranya tidak memiliki dokumen, yang bekerja di berbagai industri termasuk konstruksi dan pertanian.

Namun penyeberangan, yang difasilitasi oleh sindikat perdagangan manusia, seringkali berbahaya dan menyebabkan kapal terbalik. Dalam salah satu insiden paling mematikan baru-baru ini, 36 migran tewas pada November 2025 setelah kapal mereka terbalik di dekat pantai Thailand-Malaysia.

Topik Menarik