Pangkalan Rahasia Israel di Irak Bikin Geger, Parlemen Panggil Para Menteri

Pangkalan Rahasia Israel di Irak Bikin Geger, Parlemen Panggil Para Menteri

Global | sindonews | Senin, 11 Mei 2026 - 08:49
share

Laporan media Amerika Serikat (AS), The Wall Street Journal (WSJ), tentang Israel yang telah membangun dan mengoperasikan pangkalan militer rahasia di Irak untuk perang melawan Iran telah menghebohkan publik Baghdad. Parlemen setempat dilaporkan akan memanggil para menteri dan pejabat keamanan senior untuk menyelidiki kebenaran dari laporan tersebut.

"Parlemen akan memanggil menteri pertahanan dan menteri dalam negeri serta para pemimpin keamanan yang terkait dengan situasi lapangan untuk membahas masalah ini," kata seorang pejabat Irak di dalam kepemimpinan parlemen kepada The New Arab.

Baca Juga: Israel Ternyata Membangun Pangkalan Militer Rahasia di Irak untuk Perang Melawan Iran

Laporan WSJ menyebutkan bahwa pangkalan militer rahasia tersebut terletak di gurun Nukhayb antara provinsi Najaf dan Anbar. Situs itu digunakan untuk mendukung operasi militer Zionis selama perang AS-Israel melawan Iran dan menjadi tempat pasukan khusus Israel serta unit pencarian dan penyelamatan.

Israel, lanjut laporan WSJ, mendirikan fasilitas tersebut dengan sepengetahuan AS dan menggunakannya sebagai pusat dukungan logistik untuk Angkatan Udara Israel. Surat kabar itu juga menuduh pesawat Israel melakukan serangan terhadap pasukan Irak yang mendekati lokasi tersebut pada bulan Maret.

Pihak berwenang Irak sebelumnya diduga percaya bahwa pasukan tak dikenal yang beroperasi di daerah tersebut adalah pasukan Amerika dan beroperasi di bawah payung koalisi internasional.Pejabat Irak tersebut mengatakan Komando Operasi Gabungan telah mengonfirmasi bahwa serangan terjadi pada 4 Maret 2026 terhadap pasukan tentara Irak di gurun Nukhayb dekat perbatasan Arab Saudi setelah mendekati lokasi yang menjadi tempat "pasukan tak dikenal".

Pejabat tersebut mengatakan penilaian awal menunjukkan pasukan tersebut adalah Amerika dan mengaitkan insiden tersebut dengan serangkaian serangan yang lebih luas yang menargetkan Pasukan Mobilisasi Populer, unit tentara Irak, dan penjaga perbatasan.

Seorang pejabat keamanan Irak lainnya mengatakan kepada The New Arab bahwa pemerintah telah mengeluarkan klarifikasi lebih lanjut pada hari Minggu, tetapi menekankan bahwa lokasi yang disebutkan dalam laporan tersebut sekarang "bersih", menunjukkan tidak ada pasukan yang tersisa di sana.

Laporan WSJ menyebutkan pangkalan militer rahasia itu hampir terungkap setelah seorang penggembala dilaporkan memberi tahu pihak berwenang Irak tentang aktivitas militer yang mencurigakan, termasuk pendaratan helikopter dan orang-orang bersenjata di daerah tersebut. Pasukan Irak yang dikirim untuk menyelidiki diduga mendapat tembakan hebat dan mundur.

Pada saat itu, Baghdad mengutuk serangan tersebut, yang menewaskan satu tentara Irak dan melukai dua lainnya, tanpa secara terbuka mengidentifikasi pelakunya.Menurut pernyataan militer Irak yang dikeluarkan setelah insiden tersebut, pasukan dari Komando Operasi Karbala dibombardir dari udara dan diserang dengan tembakan saat melakukan misi pencarian di daerah gurun yang menghubungkan provinsi Karbala dan Najaf.

Pernyataan tersebut mengatakan satu tentara tewas dan dua lainnya terluka. Otoritas Irak kemudian mengumumkan pembentukan komite investigasi tingkat tinggi untuk menyelidiki insiden tersebut.

Anggota parlemen Irak, Raed al-Maliki, menuduh Washington memfasilitasi operasi Israel di dalam Irak.

"Amerika Serikat menyerahkan wilayah udara Irak kepada entitas [Israel] selama perang dan memerintahkan radar untuk dimatikan," tulisnya dalam sebuah unggahan Facebook.

"Sekarang telah menjadi jelas bahwa wilayah Irak juga digunakan untuk mendirikan pusat atau pangkalan intelijen rahasia untuk entitas tersebut," lanjut dia, yang dilansir The New Arab, Senin (11/5/2026).

Dia menggambarkan tuduhan tersebut sebagai "pelanggaran besar yang harus dipertanggungjawabkan oleh semua badan intelijen dan keamanan nasional".

Topik Menarik