AS Usulkan Resolusi PBB tentang Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

AS Usulkan Resolusi PBB tentang Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Global | sindonews | Rabu, 6 Mei 2026 - 16:20
share

Amerika Serikat (AS) mengusulkan resolusi Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa (5/5/2026) untuk membela kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Resolusi itu diharapkan dapat mengatasi kebuntuan dalam negosiasi terkait selat tersebut.

“Atas arahan Presiden Trump, Amerika Serikat, bersama Bahrain dan mitra Teluk kami, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, menyusun Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk membela kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Rubio mengatakan langkah ini diambil karena “Republik Islam Iran terus menyandera ekonomi dunia dengan upayanya untuk menutup Selat Hormuz, ancaman untuk menyerang kapal di Selat tersebut, peletakan ranjau laut yang membahayakan pelayaran, dan upaya untuk memungut biaya tol untuk jalur air terpenting di dunia.”

“Rancangan resolusi tersebut mengharuskan Iran menghentikan serangan, penambangan, dan pemungutan tol,” kata Rubio.Dia menambahkan resolusi tersebut “menuntut agar Iran mengungkapkan jumlah dan lokasi ranjau laut yang telah diletakkannya dan bekerja sama dengan upaya menyingkirkannya, sambil juga mendukung pembentukan koridor kemanusiaan.”

“Amerika Serikat berharap resolusi ini akan dipertimbangkan dalam beberapa hari mendatang dan mendapatkan dukungan dari anggota Dewan Keamanan dan basis pendukung yang luas,” tambahnya.Ketegangan regional telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan.

Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

Baca juga: Iran Tidak Akan Mentolerir UEA Jadi Proksi Israel di Teluk

Topik Menarik