Ganas! Iran Ternyata Hancurkan 16 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
WASHINGTON, iNews.id - Iran dilaporkan menghancurkan sebagian besar fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dalam perang yang berlangsung sebulan lebih. Serangan gabungan AS-Israel sejak 28 Februari hingga 7 April dibalas Iran dengan gempuran terhadap pangkalan-pangkalan di Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Yordania, Irak, Arab Saudi, bahkan Oman.
Hasil investigasi CNN, Iran dan kelompok-kelompok proksinya merusak setidaknya 16 pangkalan militer AS di delapan negara Timur Tengah. Akibat serangan pembalasan itu, beberapa fasilitas mengalami kerusakan parah, sebagian di antaranya tidak bisa beropersi kembali.
CNN menggunakan gambar satelit serta keterangan langsung dari sumber para tentara AS di pangkalan-pangkalan tersebut dalam investigasinya.
Sementara itu seorang ajudan anggota Kongres AS membenarkan kerusakan parah terhadap fasilitas militer AS di Timur Tengah. Bahkan, target-target serangan Iran merupakan situs penting bagi misi militer AS di kawasan.
“Ada berbagai macam penilaian, mulai dari sisi yang cukup dramatis, yaitu seluruh fasilitas hancur dan harus ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan hal-hal ini layak diperbaiki lagi karena manfaat strategisnya yang diberikannya kepada AS," kata ajudan yang meminta namanya tak dipublikasikan tersebut.
Dia menambahkan militer Iran mampu mengidentifikasi fasilitas-fasilitas penting tersebut sebagai target paling hemat biaya untuk diserang. Sistem radar AS merupakan sumber daya paling mahal dan jumlahnya sangat terbatas di Timur Tengah.
Sumber pejabat lain menyebut skala kerusakan fasilitas militer AS sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Saya belum pernah melihat hal seperti ini sebelumnya,” katanya.
Sementara itu gambar satelit yang diungkap dalam penyelidikan CNN mengungkap, militer Iran menargetkan instalasi radar canggih, infrastruktur komunikasi, hingga pesawat terbang.
Sistem-sistem tersebut terdiri atas peralatan mahal dan sulit diganti.
Pejabat anggaran Pentagon, Jules Hurst III, sebelumnya mengatakan kepada Kongres, konflik dengan Iran telah menelan biaya 25 miliar dolar AS atau sekitar Rp433 triliun. Namun, sumber pejabat lain yang mengetahui masalah ini mengatakan, angkanya bakal membengkak hampir dua kali lipat menjadi 40 hingga 50 miliar dolar AS.
Bukan hanya itu, negara-negara sekutu AS di Teluk, tempat fasilitas militer berada, dilaporkan sangat terpengaruh oleh serangan tersebut. Mereka menyatakan keprihatinan atas penanganan konflik oleh AS.
“Perang tersebut menunjukkan kepada kita bahwa aliansi dengan AS tidak bersifat eksklusif dan bukan tidak tergoyahkan,” kata sorang sumber pejabat Saudi, kepada CNN.







