7 Keunggulan Oghab 44, Bandara Bawah Tanah Iran yang Tak Tersentuh Serangan AS dan Israel
Bagaimana Iran membangun Oghab 44 atau disebut juga Eagle 44, bandara bawah tanah untuk melindungi jet tempurnya dari serangan AS? Jawabannya terletak pada sejarah kuno. Selama 3.000 tahun, bangsa Persia telah menjadi ahli dalam menggali Qanat (saluran air bawah tanah).
Oghab 44 merupakan bandara jet tempur Iran yang tak tersentuh serangan AS dan Israel. Itu menjadi kekuatan utama Iran.
7 Keunggulan Oghab 44, Bandara Bawah Tanah Iran yang Tak Tersentuh Serangan AS dan Israel
1. Sebuah Kota di Bawah Batu
Melansir Wion News, pada Februari 2023, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel, media pemerintah Iran merilis video propaganda yang diproduksi dengan apik yang mengejutkan analis pertahanan Barat.Video itu menunjukkan seorang reporter yang melakukan perjalanan jauh ke Pegunungan Zagros, melewati pintu ledakan besar untuk mengungkap "Oghab 44" (Eagle 44). Tidak seperti "kota rudal" sebelumnya yang hanya berupa silo penyimpanan, ini adalah pangkalan udara taktis yang berfungsi penuh dan terkubur ratusan meter di bawah tanah.
Pangkalan ini memiliki depot bahan bakar, pusat komando, hanggar perawatan, dan yang terpenting, jet tempur yang melaju melalui terowongan, siap untuk melakukan serangan.
2. Bersembunyi di Tempat Terbuka
Meskipun Teheran merahasiakan lokasi pastinya, analis intelijen sumber terbuka (OSINT) dengan cepat menemukan lokasi pangkalan tersebut di provinsi Hormozgan, sekitar 120 km barat laut Bandar Abbas. Lokasi ini sangat strategis: dibangun di bawah batuan keras, letaknya cukup dekat dengan Selat Hormuz untuk melancarkan serangan terhadap kapal perang AS tetapi cukup jauh ke pedalaman untuk terlindungi oleh lapisan granit alami dan baterai pertahanan udara.3. "Peti Mati" vs. "Kastil"
Logika strategis Oghab 44 sederhana: Kelangsungan Hidup. Iran tahu Angkatan Udaranya (IRIAF), yang terdiri dari pesawat tempur F-14 Tomcat dan F-4 Phantom Amerika yang sudah tua, tidak dapat bertahan dalam pertempuran udara langsung dengan F-35 AS.Alih-alih membiarkannya di landasan pacu terbuka untuk dihancurkan pada jam pertama perang (seperti angkatan udara Saddam pada tahun 1991), Iran menyembunyikannya. Pangkalan ini memungkinkan jet untuk diisi bahan bakar, dipersenjatai kembali dengan rudal jelajah jarak jauh Asef, dan diluncurkan dari pintu keluar bawah tanah untuk memberikan "serangan kedua" setelah gelombang musuh awal berlalu.
4. Dari Air ke Perang
Bagaimana Iran membangunnya? Jawabannya terletak pada sejarah kuno. Selama 3.000 tahun, bangsa Persia telah menjadi ahli dalam menggali Qanat (saluran air bawah tanah). IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) menggunakan kembali keahlian penggalian terowongan sipil ini untuk keperluan militer.Terowongan di Oghab 44 diperkuat dengan beton dan perisai ledakan, dirancang untuk menahan tidak hanya serangan udara tetapi juga dampak kimia atau nuklir. Terowongan tersebut cukup lebar untuk dilalui jet tetapi cukup sempit untuk meminimalkan gelombang ledakan jika rudal menembus pintu masuk.
5. Persiapan untuk Su-355
Detail yang paling mengkhawatirkan yang diperhatikan oleh para ahli citra satelit bukanlah pesawat tempur F-4 Phantom tua yang terlihat dalam video; melainkan apa yang belum ada di sana. Para analis menemukan maket skala penuh jet Su-35 Flanker Rusia di dalam zona konstruksi pangkalan.Ini menegaskan bahwa Oghab 44 tidak dibangun untuk masa lalu, tetapi untuk masa depan. Ukuran pangkalan ini dirancang khusus untuk menampung pesawat tempur canggih Rusia yang ingin diperoleh Teheran, melindungi aset udara mereka yang paling berharga dari serangan pencegahan AS.
6. Titik Lemah: Pintu Keluar
Meskipun kedalamannya mengesankan, Oghab 44 memiliki kelemahan fatal: Fisika. Meskipun jet-jet tersebut aman di dalam, mereka pada akhirnya harus keluar. Pangkalan ini bergantung pada landasan pacu permukaan yang menghubungkan pintu keluar terowongan.Jika Angkatan Udara AS menggunakan amunisi "penghancur landasan pacu" untuk menghancurkan landasan di luar, benteng gunung itu akan menjadi kuburan. Jet-jet di dalamnya akan terjebak, tidak dapat lepas landas, sehingga pangkalan tersebut menjadi tidak berguna tanpa satu pun bom penghancur bunker yang menembus kompleks utama.
7. Penangkal Utama: GBU-57
Keberadaan Eagle 44 adalah alasan utama AS mempertahankan armada B-2 Spirit. Rudal jelajah standar tidak dapat menggores pangkalan yang terkubur sedalam ini. Satu-satunya senjata konvensional dalam persenjataan AS yang mampu menghancurkan Eagle 44 adalah GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), bom berpemandu GPS seberat 30.000 pon yang dirancang untuk menembus beton setebal 60 meter sebelum meledak.Persaingan antara Eagle 44 dan pembom B-2 mendefinisikan perhitungan militer saat ini: permainan "sembunyi-sembunyi" yang dimainkan dengan rudal hipersonik dan bom penghancur gunung.








