Presiden Korsel Bagikan Video Tentara Israel Lempar Anak Palestina dari Atap Gedung, Ini Reaksi Zionis

Presiden Korsel Bagikan Video Tentara Israel Lempar Anak Palestina dari Atap Gedung, Ini Reaksi Zionis

Global | sindonews | Minggu, 12 April 2026 - 07:23
share

Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung telah membagikan video di media sosial yang menunjukkan tentara Israel menyiksa seorang anak Palestina dan kemudian melemparkannya dari atap gedung. Rezim Zionis kesal, menuduh pemimpin Korsel tersebut menyebarkan disinformasi dan narasi palsu.

Dalam sebuah unggahan di X pada Jumat lalu, Lee mengatakan perlu untuk menentukan keaslian video tersebut dan menilai tindakan apa yang diambil, menekankan keseriusan terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Baca Juga: Menhan Pakistan Berharap yang Menciptakan Negara Israel Terbakar di Neraka, Zionis Murka

“Pembunuhan di masa perang tidak berbeda dengan masalah yang kita persoalkan, seperti pemaksaan (perbudakan) wanita penghibur, dan pembantaian orang Yahudi,” katanya.

Isu wanita penghibur berkaitan dengan era pendudukan Jepang di Semenanjung Korea ketika kaum wanita dilecehkan oleh pasukan penjajah.

Video yang dibagikan Lee diunggah di X oleh pengguna akun "Jvnior" dengan keterangan: “REKAMAN LANGSUNG: Tentara IDF menyiksa seorang anak Palestina dan melemparkannya dari atap. Mereka menyebut diri mereka ‘tentara yang paling bermoral'.”Lee mengatakan dalam unggahan terpisah di X bahwa insiden tersebut terjadi pada September 2024. Dia menambahkan bahwa Gedung Putih menggambarkan insiden tersebut sebagai “mengganggu", sementara Israel mengatakan penyelidikan telah dilakukan dan tindakan telah diambil sebagai tanggapan.

Lee juga mencatat bahwa insiden tersebut melibatkan mayat, bukan orang yang masih hidup. Dia menekankan bahwa hukum humaniter internasional harus ditegakkan dalam semua keadaan dan martabat manusia harus dijaga sebagai nilai utama yang tidak dapat dinegosiasikan.

Reaksi Rezim Zionis Israel

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Israel kesal dengan penyebaran video dan pernyataan Presiden Lee. Kementerian itu mengatakan bahwa insiden tersebut telah diselidiki dan ditangani.

Kementerian itu, seperti dikutip dariRoya News, Minggu (12/4/2026), menuduh pemimpin Korea Selatan menyebarkan narasi palsu dan mengatakan akun yang dirujuk oleh Lee dikenal menyebarkan disinformasi tentang Israel.

Lebih lanjut, kementerian tersebut mengatakan Lee telah menghidupkan kembali kasus yang sudah usang dan menyajikannya sebagai peristiwa terkini, yang meningkatkan ketegangan antara kedua belah pihak.Sedangkan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berupaya meredam dampak negatifnya, menekankan bahwa komentar Lee dimaksudkan sebagai pernyataan yang lebih luas tentang HAM universal daripada tuduhan langsung terhadap Israel.

Para pejabat di Seoul menekankan posisi seimbang Korea Selatan secara tradisional dalam konflik Timur Tengah dan aliansinya dengan Amerika Serikat, mitra internasional utama Israel.

Meskipun mendapat penolakan diplomatik, Lee mengeluarkan pernyataan lain di media sosial yang mengkritik respons Israel.

Dia mengatakan, "mengecewakan" bahwa kekhawatiran komunitas internasional atas dugaan pelanggaran HAM tidak ditanggapi.

“Ketika saya merasakan sakit, orang lain pun merasakan sakit yang sama dalamnya,” tulis Lee, memperkuat seruannya untuk pertanggungjawaban dan penyelidikan lebih lanjut atas tuduhan tersebut.

Topik Menarik