Paus Leo Sebut Perang di Timur Tengah sebagai Skandal, Desak Gencatan Senjata Segera
Kematian dan penderitaan yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah adalah "skandal bagi seluruh umat manusia," menurut Paus Leo. Dia pun memperbarui permohonannya untuk gencatan senjata segera.
Paus asal Amerika itu mengatakan ia terus mengikuti dengan "kecewa" situasi di Timur Tengah dan di wilayah lain yang dilanda kekerasan.
"Kita tidak bisa berdiam diri menghadapi penderitaan begitu banyak orang, para korban yang tak berdaya dari konflik ini. Apa yang menyakiti mereka menyakiti seluruh umat manusia," kata Leo dalam doa Angelus mingguan di Lapangan Santo Petrus.
"Saya dengan tegas memperbarui seruan saya agar kita tekun berdoa, sehingga permusuhan dapat berhenti dan jalan menuju perdamaian akhirnya dapat dibuka," tambahnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan para pemimpin dunia untuk bergabung dalam perang AS-Israel melawan Iran. Dia berbicara dari lokasi serangan di kota Arad, Israel selatan.Ia mengklaim beberapa negara sudah bergerak ke arah itu, dan mendesak keterlibatan internasional yang lebih luas.
Netanyahu menuduh Iran menargetkan warga sipil dan mengklaim Iran memiliki kemampuan untuk menyerang target jarak jauh jauh di Eropa.
Sementara itu, militer Israel mengatakan Iran telah menembakkan lebih dari 400 rudal balistik ke Israel sejak dimulainya perang AS-Israel di Iran dan 92 di antaranya telah dicegat.
“Iran telah menembakkan lebih dari 400 rudal balistik. Kami memiliki tingkat pencegatan yang tinggi. Kami memiliki tingkat keberhasilan pencegatan sekitar 92 persen,” kata juru bicara militer Israel Letnan Kolonel Nadav Shoshani kepada wartawan.
Rudal Iran menghantam dua kota di Israel selatan pada hari Sabtu, menyebabkan sekitar 180 orang membutuhkan perawatan medis.Kementerian Kesejahteraan dan Jaminan Sosial Israel mengatakan pihaknya membantu lebih dari 2.700 orang yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka akibat serangan Iran, menurut media Israel.
Angka tersebut termasuk sekitar 1.000 penduduk yang mengungsi dari kota-kota selatan Arad dan Dimona, yang diserang semalam.
Baca juga: Rudal Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel di Dimona






