Media Iran Klaim Netanyahu Tewas dalam Serangan Iran, Benarkah?
Kantor Berita Tasnim Teheran mengguncang media global dengan klaim yang belum diverifikasi bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas atau terluka parah dalam serangan balasan baru-baru ini. Klaim ini muncul seiring perang sengit antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS).
Ketidakhadiran Netanyahu di depan publik selama empat hari, pembatalan pesan video, dan pembatalan kunjungan utusan tingkat tinggi AS yang tidak dijelaskan telah meningkatkan spekulasi, dengan para pejabat Israel tetap bungkam.
Satu laporan mengejutkan dari Kantor Berita Tasnim semi-resmi Iran telah memicu badai spekulasi tentang nasib Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang mengklaim bahwa ia mungkin telah tewas atau terluka parah dalam serangan balasan baru-baru ini.
Laporan tersebut menunjukkan hilangnya Netanyahu dari pandangan publik selama hampir empat hari—suatu penyimpangan dramatis dari kebiasaannya yang biasa mengirimkan pesan video harian—sebagai bukti bahwa sesuatu yang signifikan telah terjadi.
Keheningan dan Langkah-Langkah Keamanan
Sumber yang dikutip media Iran mencatat semua pernyataan yang dikaitkan dengan Netanyahu sejak menghilang hanya dikeluarkan dalam bentuk tertulis, tanpa disertai konfirmasi video atau foto. Area di sekitar kediaman Perdana Menteri dilaporkan telah ditempatkan di bawah langkah-langkah keamanan luar biasa, meskipun belum ada penjelasan resmi yang diberikan.Laporan Tasnim lebih lanjut menuduh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir dan saudara Netanyahu, Iddo, mungkin juga telah tewas, klaim yang sama sekali belum terkonfirmasi.
Pembatalan Kunjungan AS Memperdalam Misteri
Menambah intrik, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner tiba-tiba membatalkan kunjungan yang direncanakan ke Israel yang dijadwalkan pada hari Selasa.Perjalanan itu dimaksudkan untuk pembicaraan tingkat tinggi tentang perang yang sedang berlangsung dengan Iran, yang kini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Media Israel melaporkan pembatalan tersebut tanpa penjelasan, dan baik pejabat AS maupun Israel belum berkomentar tentang alasannya. Beberapa sumber menunjukkan kemungkinan ketidaksepakatan antara Washington dan Tel Aviv mengenai cakupan operasi militer terhadap instalasi minyak Iran.
Keheningan Resmi Memicu Spekulasi
Yang paling mencolok adalah tidak adanya penolakan sama sekali dari otoritas Israel atau kantor Netanyahu mengenai klaim Iran.Keheningan resmi, ditambah dengan pembatalan kunjungan AS dan langkah-langkah keamanan luar biasa, telah memungkinkan spekulasi berkembang di media internasional.
Konflik yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS-Israel kini telah meluas hingga mencakup keterlibatan Hizbullah di perbatasan utara Israel dan ketegangan terkait Houthi di Yaman, dengan total korban jiwa melebihi 2.000 dan ratusan ribu orang mengungsi.
Baca juga: Perang Memanas, Rudal dan Drone Iran akan Targetkan Kapal-kapal AS di Selat Hormuz





