Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi Diserang Drone Iran, Perang Makin Membara
Kilang minyak terbesar Arab Saudi dilaporkan telah menjadi sasaran serangan drone-drone Iran pada hari Senin. Ini menandai perang di Timur Tengah, yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran, semakin meluas dan membara.
Perusahaan minyak terbesar Arab Saudi, Aramco, telah menutup sebagian kilang Ras Tanura setelah dua drone dicegat di sekitarnya, dengan puing-puingnya menyebabkan kebakaran kecil.
Baca Juga: Mengapa Rusia dan China Tak Menolong Iran Melawan AS-Israel? Ini Analisisnya
Beberapa jam kemudian, rudal Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di dekat Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh. Menurut saksi mata, rudal tersebut berhasil dicegat dan memicu ledakan di atas kota Al Kharj.
Pangkalan tersebut menampung personel Amerika Serikat dan telah berulang kali menjadi sasaran dalam beberapa hari terakhir. Setelah serangan tersebut, seorang pejabat militer Arab Saudi mengatakan bahwa tentara telah meningkatkan tingkat kesiapannya.
Kompleks minyak Ras Tanura menampung salah satu kilang terbesar di Timur Tengah, dengan kapasitas 550.000 barel per hari, dan berfungsi sebagai pusat ekspor penting untuk minyak mentah Arab Saudi.Seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan Saudi mengatakan di TV Al Arabiya bahwa tidak ada korban luka akibat serangan terhadap kilang tersebut.
“Serangan terhadap kilang Ras Tanura di Arab Saudi menandai peningkatan yang signifikan, dengan infrastruktur energi Teluk sekarang menjadi sasaran utama Iran,” kata Torbjorn Soltvedt, analis utama Timur Tengah di Verisk Maplecroft, sebuah perusahaan intelijen risiko.
“Serangan ini kemungkinan juga akan mendorong Arab Saudi dan negara-negara Teluk tetangganya untuk bergabung dalam operasi militer AS dan Israel melawan Iran," ujarnya, seperti dikutip dari The Telegraph, Selasa (3/3/2026).
Iran telah menargetkan banyak negara tetangganya yang menjadi tuan rumah pangkalan AS, sementara serangan terhadap kilang minyak bisa jadi merupakan taktik yang disengaja untuk mengganggu perdagangan global.
Sumber dari Kementerian Energi mengatakan kepada Saudi Press Agency: “Beberapa unit operasional di kilang tersebut ditutup sebagai tindakan pencegahan, tanpa dampak apa pun terhadap pasokan produk minyak bumi ke pasar lokal”.Harga minyak telah melonjak, dengan minyak mentah Brent, patokan internasional, naik lebih dari 13 persen menjadi lebih dari USD82 per barel ketika pasar dibuka pada Minggu malam.
Iran telah menargetkan hotel, pelabuhan, kawasan industri, dan infrastruktur minyak di negara-negara Teluk sejak serangan gabungan AS-Israel memulai konflik pada hari Sabtu.
Menjelang konflik, Arab Saudi secara terbuka mengatakan bahwa mereka ingin melihat solusi diplomatik dan kesepakatan yang kredibel dengan Iran untuk meredakan ketegangan.
Namun, sumber-sumber mengatakan kepada The Washington Post bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mendukung serangan tersebut selama beberapa kali panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump.
Dengan kerajaan dan negara-negara tetangganya sekarang diserang, mereka menghadapi pilihan untuk tetap pasif saat dibombardir, atau melawan balik, meningkatkan perang dan dituduh berpihak pada Israel.Beberapa negara Teluk memiliki militer modern yang didanai dengan baik, dengan pasukan Arab Saudi dianggap yang paling mumpuni di kawasan itu.
“Negara-negara Teluk akan mencoba untuk menahan dampak yang meluas daripada secara aktif bergabung dalam perang yang semakin meluas,” kata Andreas Krieg, dosen senior di School of Security Studies at King’s College London, kepada DW.
“Begitu rudal mulai mendarat di sekitar wilayah tersebut, mereka menghadapi pilihan yang sulit: Merespons dengan keras dan berisiko terjebak dalam eskalasi, atau merespons dengan lembut dan terlihat rentan di dalam negeri," paparnya.
Dia memperkirakan negara-negara seperti Arab Saudi akan meningkatkan pertahanan mereka, dan mendorong jalur diplomatik.
“Oman dan Qatar [yang telah bekerja dalam negosiasi AS-Iran] akan tetap membuka jalur komunikasi dan mencari jalan keluar, dan pihak lain akan secara diam-diam mendorong mereka,” katanya.










