OKI Kecam Dubes AS karena Dukung Zionis Wujudkan Israel Raya dari Nil hingga Eufrat
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam keras pernyataan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Israel Mike Huckabee yang mendukung rezim Zionis Israel melakukan ekspansi wilayah di Timur Tengah. Huckabee mendukung rezim Zionis mencaplok wilayah-wilayah dari Sungai Nil hingga Sungai Eufrat, yang kerap digambarkan sebagai perwujudan dari Israel Raya (Greater Israel).
Huckabee berpendapat bahwa Israel memiliki hak berdasarkan Alkitab atas tanah yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat, dengan mengatakan dalam sebuah wawancara dengan jurnalis AS Tukcker Carlson: “Tidak masalah jika mereka (Israel) mengambil semuanya.”
Baca Juga: Dubes AS Dukung Israel Caplok Wilayah Lebih Luas di Timur Tengah
Huckabee juga tindakan Israel di Jalur Gaza dan menyatakan dukungannya terhadap gagasan “takdir ilahi” yang memberikan kendali atas wilayah tersebut kepada Israel.
Setelah Huckabee mengeklaim Israel memiliki "hak ilahi" atas sebagian besar wilayah Timur Tengah, Carlson bertanya: “Tanah mana yang Anda maksud?”Interpretasi frasa Alkitab tentang “Sungai Mesir” bervariasi, dengan beberapa cendekiawan mengidentifikasinya sebagai dasar sungai di Semenanjung Sinai dan yang lain menyatakan Sungai Nil.“Tidak masalah jika mereka mengambil semuanya,” jawab Huckabee, merujuk pada hak Alkitab Israel atas wilayah yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat.
OKI menggambarkan pernyataan Huckabee sebagai "berbahaya dan tidak bertanggung jawab", menyebutnya sebagai seruan yang tidak dapat diterima untuk ekspansi Israel, kekuatan pendudukan, dan perebutan tanah Palestina dan Arab tambahan.
"Komentar tersebut didasarkan pada narasi dan klaim historis dan ideologis yang salah dan ditolak, yang melanggar kedaulatan negara, norma diplomatik, prinsip-prinsip hukum internasional, resolusi PBB, dan Piagam PBB," kata OKI dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Middle East Monitor, Minggu (22/2/2026).
Organisasi tersebut memperingatkan bahwa retorika ekstremis semacam itu akan memicu ekstremisme lebih lanjut dan memperkuat kebijakan Israel yang berpusat pada penggusuran, perluasan pemukiman, dan upaya untuk memaksakan aneksasi di wilayah Palestina yang diduduki.
"Langkah-langkah ini mengancam keamanan dan stabilitas di seluruh wilayah," imbuh OKI.Organisasi tersebut menegaskan kembali dukungan teguhnya terhadap apa yang digambarkannya sebagai hak-hak sah rakyat Palestina, terutama hak untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara merdeka dan berdaulat di perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Huckabee, yang diangkat sebagai Dubes AS untuk Israel pada April 2025, adalah seorang Kristen evangelis yang sebelumnya telah berbicara tentang klaim ekspansionis berdasarkan apa yang digambarkannya sebagai "hak ilahi" untuk Israel di Tepi Barat.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada i24 pada Agustus lalu bahwa dia merasa "sangat terikat" pada visi Israel Raya. Dia mengatakan bahwa dia menganggap dirinya "dalam misi historis dan spiritual". "Termasuk generasi Yahudi yang bermimpi datang ke sini dan generasi Yahudi yang akan datang setelah kita," katanya, pada saat itu.
Israel Raya adalah istilah yang digunakan dalam politik Israel untuk merujuk pada perluasan wilayah Israel untuk mencakup Tepi Barat, Gaza, dan Dataran Tinggi Golan Suriah, dengan beberapa interpretasi juga termasuk Semenanjung Sinai Mesir dan sebagian Yordania.










