Usai Berunding, AS dan Iran Malah Makin Dekat Menuju Perang Besar-besaran

Usai Berunding, AS dan Iran Malah Makin Dekat Menuju Perang Besar-besaran

Global | sindonews | Kamis, 19 Februari 2026 - 07:02
share

Perundingan nuklir Iran antara Teheran dan Washington di Jenewa pada hari Selasa tidak menghasilkan kesepakatan yang berarti. Sebaliknya, Iran dan Amerika Serikat (AS) justru semakin dekat menuju perang besar-besaran di Timur Tengah.

Sumber-sumber pemerintah Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Axios bahwa sebuah operasi militer dapat berlangsung selama beberapa minggu dan mempunyai dampak yang kuat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Terlacak Satelit, Ini Penampakan Kapal Induk AS Pembawa Jet Tempur Siluman F-35 di Dekat Iran

Sebelum perundingan, Trump mengatakan kepada wartawan di pesawat Air Force One: “Saya rasa mereka tidak menginginkan konsekuensi jika tidak membuat kesepakatan.”

Sementara itu, seorang penasihat Trump mengatakan kepada Axios: "Bos sudah muak. Beberapa orang di sekitarnya memperingatkan dia agar tidak berperang dengan Iran, tapi saya pikir ada 90 persen kemungkinan kita melihat tindakan kinetik dalam beberapa minggu ke depan."

Pada Januari lalu, pemerintahan Trump mengancam akan mengambil tindakan militer baru terhadap Iran atas program nuklirnya dan menuntut Teheran membuat kesepakatan dengan Washington.Tuntutan itu muncul setelah perang 12 hari Israel dengan Iran pada Juni 2025, di mana AS ikut campur dengan mengebom tiga situs nuklir negara Islam tersebut.

Baru-baru ini, Trump mengatakan “armada besar” sedang dalam perjalanan ke Iran dan mendesak rezim Ayatollah Ali Khamenei untuk menghentikan pembunuhan ribuan pengunjuk rasa.

Sumber pemerintah Trump mengatakan kepada Axios bahwa operasi militer kemungkinan akan jauh lebih besar daripada serangan AS dan Israel Juni lalu, dan akan berdampak besar bagi sisa kepemimpinan Presiden Trump.

AS telah membangun kehadiran militer dalam jumlah besar di wilayah tersebut, yang mencakup dua kapal induk, selusin kapal perang, ratusan jet tempur, dan berbagai sistem pertahanan udara.

Peningkatan kekuatan militer dalam jumlah besar kemungkinan besar berarti AS tidak akan menarik diri dari wilayah tersebut sampai Iran memberikan konsesi besar terhadap program nuklirnya.Sedangkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengancam akan menenggelamkan kapal induk Amerika yang dikirim ke Timur Tengah.

Dua pejabat Israel mengatakan pemerintah Israel sedang mempersiapkan skenario perang dalam beberapa hari, menurut laporan Axios, Kamis (19/2/2026). Namun, sumber-sumber AS mengatakan pemerintahan Trump mungkin memerlukan waktu lebih lama.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa militer Washington sedang bersiap untuk operasi selama berminggu-minggu jika Presiden Trump memerintahkan serangan.

Pasukan AS mulai menarik diri dari pangkalannya di Suriah sejak pekan lalu, kemungkinan mengindikasikan militernya bersiap untuk mempersiapkan respons terhadap Iran.

Topik Menarik