Kereta Tertimpa Crane Proyek Kereta Cepat di Thailand, Korban Tewas Jadi 32 Orang
BANGKOK, iNews.id - Korban tewas kereta api tertimpa crane dan box girder di Thailand, Rabu (14/1/2026), bertambah menjadi 32 orang. Selain itu 66 orang lainnya luka. Kereta anjlok setelah tertimpa crane proyek kereta cepat di Distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima, sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
Bukan hanya anjlok, beberapa gerbong ringsek dan terbakar akibat insiden horor tersebut.
Sementara itu dari 66 korban luka, tujuh di antaranya dalam kondisi kritis. Para pejabat terkait mengatakan, kereta membawa sekitar 170 saat kecelakaan terjadi, merevisi dari data sebelumnya 195 orang.
Operator kereta Thailand akan menggugat perusahaan konstruksi yang bertanggung jawab atas crane tersebut, yakni Italian-Thai Development Company. Perusahaan itu terdaftar sebagai pihak yang bertanggung jawab atas seksi pembangunan proyek kereta cepat Lam Takhong-Sikhio.
Italian-Thai Development Company mengungkapkan penyesalan seraya berjanji memberikan kompensasi kepada keluarga korban tewas dan korban luka.
Trump Teken Instruksi Presiden Masukkan Obat-obatan Fentanyl sebagai Senjata Pemusnah Massal
Kereta nahas tersebut dalam perjalanan dari Bangkok menuju Provinsi Ubon Ratchathani di saat kecelakaan terjadi.
Sebagian besar penumpang kereta adalah siswa dan pekerja yang hendak berangkat sekolah dan bekerja di distrik lain.
Surat kabar Thailand The Nation melaporkan, insiden tersebut terjadi saat crane menindahkan box girder seberat ratusan ton yang kemudian jatuh menimpa kereta.
Seorang korban selamat yang juga kru kereta, Thirasak Wongsoongnern, mengatakan dia dan penumpang lain terlempar ke udara setelah derek jatuh menimpa gerbong.
Saksi mata, Maliwan Nakthon, menyaksikan detik-detik saat crane roboh.
"Ada potongan-potongan kecil, seperti pecahan beton, yang berjatuhan. Setelah itu jatuh, crane perlahan meluncur ke bawah dan menghantam. Benturannya keras, lalu jatuh dan menghancurkan kereta api," katanya, kepada BBC.
Dia menjelaskan, seluruh kejadian berlangsung kurang dari 1 menit.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyerukan penyelidikan menyeluruh dan menyeret pelaku yang bertanggung jawab ke ranah hukum.
"Kecelakaan seperti ini hanya bisa terjadi karena kelalaian, langkah yang terlewatkan, penyimpangan dari desain, atau penggunaan material yang salah," kata Anutin.
Crane tersebut digunakan untuk membangun jalur kereta cepat bagian dari proyek senilai 5,4 miliar dolar AS yang didukung China. Kereta cepat akan menghubungkan Thailand dengan Laos.










