Chevron Berpotensi Dapat Perluasan Lisensi di Venezuela Demi Tingkatkan Pasokan Minyak AS
IDXChannel - Chevron diperkirakan menerima perluasan lisensi operasional di Venezuela dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada pekan ini. Hal itu untuk meningkatkan produksi dan ekspor dari negara Amerika Selatan tersebut ke AS.
Produsen minyak AS itu diperkirakan menjadi salah satu dari beberapa perusahaan yang mendapatkan persetujuan dari pemerintahan Presiden Donald Trump untuk berbisnis di Venezuela, menurut penryataan tiga sumber industri minyak kepada Reuters pada Rabu (14/1/2026).
Perusahaan minyak, pedagang, dan penyuling AS memang tengah mencari akses ke minyak mentah di Amerika Selatan itu setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Marathon Petroleum yang berbasis di AS, misalnya, sedang berdiskusi dengan pemerintah untuk menerima minyak mentah Venezuela untuk kilang-kilangnya, menurut sumber terpisah yang mengetahui diskusi tersebut.
Valero Energy yang berbasis di AS dan pedagang global Mercuria dan Glencore juga telah melakukan pembicaraan untuk mendapatkan lisensi dari Washington untuk berbisnis dengan Venezuela, kata sumber industri.
Ancam Thailand-Kamboja jika Tak Hentikan Perang, Trump: Tak Ada Orang Lain yang Bisa Lakukan!
Juru bicara Chevron mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan beroperasi sesuai dengan semua hukum, peraturan, dan kerangka sanksi. Marathon, Valero, Mercuria, dan Glencore tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS tidak segera menanggapi permintaan komentar. Mereka umumnya tidak berkomentar tentang lisensi atau permintaan lisensi tertentu.
Reuters melaporkan pekan lalu bahwa Chevron sedang bernegosiasi dengan AS untuk memperluas lisensi operasinya di Venezuela sehingga dapat meningkatkan ekspor minyak mentah ke kilang miliknya sendiri dan menjualnya kepada pembeli lain.
Perusahaan itu bahkan dapat memperdagangkan sebagian produksi minyak mentah milik BUMN Venezuela (PDVSA) jika diizinkan, kata sumber.
Chevron merupakan satu-satunya perusahaan minyak besar Amerika yang saat ini memproduksi minyak mentah di Venezuela, dengan sekitar 240.000 bpd dalam usaha patungan dengan PDVSA.
Sejak Juli, perusahaan telah beroperasi di sana dan mengekspor minyak ke AS di bawah otorisasi AS yang terbatas yang membebaskannya dari sanksi terhadap negara tersebut.
Antara akhir 2022 dan awal tahun 2025, lisensi Chevron di Venezuela lebih longgar, yang menyebabkan peningkatan kapasitas produksi, perbaikan fasilitas, dan peningkatan ekspor. Namun sebagai bagian dari strategi Washington untuk menggulingkan Maduro, lisensi tersebut dibatasi tahun lalu, yang mengurangi ekspor hingga setengahnya dibandingkan dengan tingkat awal tahun 2025.
Saham Chevron telah naik hampir 9 persen sejak pasukan AS menggulingkan Maduro dari kekuasaan awal bulan ini dan Presiden sementara Delcy Rodriguez menjabat.
(Febrina Ratna Iskana)










