Trump Tendang Afrika Selatan dari G20, Ganti Posisinya dengan Polandia

Trump Tendang Afrika Selatan dari G20, Ganti Posisinya dengan Polandia

Global | inews | Kamis, 4 Desember 2025 - 06:59
share

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) akan menggantikan posisi Afrika Selatan dengan Polandia dalam KTT G20 tahun depan. Sebelumnya Presiden Donald Trump menegaskan negaranya tak akan mengundang Afrika Selatan dalam KTT yang berlangsung di Florida tersebut. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, Washington menilai Polandia lebih cocok berada di G20, ketimbang Afrika Selatan.

Dia yakin Polandia akan memainkan peran di G20 sebagaimana seharusnya.

"Khususnya, Polandia, negara yang pernah terjebak di balik Tirai Besi tapi kini berada di antara 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia, akan bergabung dengan kita untuk menjalankan peran yang semestinya di G20," kata Rubio, dalam pernyataan khusus untuk KTT G20 2026, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (4/12/2025).

Rubio juga menegaskan kembali keputusan Trump untuk tidak mengundang Afrika Selatan ke KTT tersebut. Dia menuduh negara itu melakukan praktik rasisme dan membiaran kekerasan terhadap warga kulit putih.

Pertemuan awal Sherpa dan Finance Track G20 dijadwalkan digelar Washington DC, pada 15-16 Desember. Pertemuan-pertemuan tambahan lainnya akan digelar sepanjang 2026.

Trump pada bulan lalu menyampaikan sejumlah alasan yang membuat hubungan kedua negara berada pada titik terendah. Dia mengulangi tuduhan kontroversial bahwa Afrika Selatan melakukan praktik genosida terhadap warga kulit putih atau Afrikaner. Klaim tersebut berulang kali dibantah keras oleh Afrika Selatan dan para pakar HAM internasional.

Para ahli menegaskan tidak ada bukti mendukung tuduhan genosida tersebut. Namun Trump terus menggunakan narasi itu untuk menekan Afrika Selatan, termasuk saat menerima Presiden Cyril Ramaphosa di Gedung Putih beberapa waktu lalu.

“Pemerintah Afrika Selatan menolak untuk mengakui atau menangani pelanggaran HAM yang mengerikan, dialami oleh warga Afrikaner, dan keturunan pemukim Belanda, Prancis, dan Jerman,” kata Trump.

Selain itu Trump juga menyinggung penolakan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa untuk menyerahkan palu sidang KTT G20 kepada perwakilan misi diplomatik di Johannesburg. Pemerintahan Ramaphosa menolak menyerahkan palu sidang di KTT kepada pejabat di tingkat kedutaan besar karena sama saja sebagai bentuk penghinaan terhadap negaranya. Palu sidang diserahkan di tempat lain secara tertutup. 

Topik Menarik