Di Mana Pulau Sandy Cay yang Diklaim China dan Filipina sebagai Wilayahnya?
Sandy Cay adalah sekelompok gundukan pasir kecil yang terletak di Laut China Selatan, khususnya di wilayah Kepulauan Spratly.
Wilayah ini menjadi pusat sengketa antara Filipina dan China, dengan klaim kedaulatan yang saling bertentangan.
Meskipun ukurannya kecil, Sandy Cay memiliki signifikansi strategis dan hukum yang besar dalam konteks geopolitik kawasan.
Lokasi dan Signifikansi Geografis
Sandy Cay terletak sekitar 1,5 mil laut (sekitar 2,8 km) barat laut dari Pulau Thitu (dikenal sebagai Pag-asa Island oleh Filipina), yang merupakan salah satu pos terdepan militer Filipina di Kepulauan Spratly.Selain itu, Sandy Cay juga berdekatan dengan Subi Reef, pulau buatan yang dikuasai China dan telah dimiliterisasi.
Posisi geografis ini menjadikan Sandy Cay sebagai titik strategis dalam persaingan pengaruh di kawasan tersebut.
Status Hukum dan Klaim Kedaulatan
Meskipun Sandy Cay hanya terdiri dari gundukan pasir kecil, sebagian dari wilayahnya tetap berada di atas permukaan air saat pasang tinggi.Menurut hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS), fitur maritim yang tetap berada di atas permukaan air saat pasang tinggi dapat menghasilkan laut teritorial sejauh 12 mil laut.
Hal ini memberikan nilai strategis tambahan bagi negara yang mengklaim kedaulatan atas Sandy Cay.
Filipina mengklaim Sandy Cay sebagai bagian dari wilayahnya, sementara China juga mengklaim kedaulatan atas wilayah tersebut.
Kedua negara telah melakukan tindakan simbolis untuk menegaskan klaim mereka, termasuk penanaman bendera nasional di Sandy Cay.
Pada April 2025, China mengklaim telah mengibarkan bendera nasionalnya di Sandy Cay, yang kemudian dibantah Filipina dengan melakukan kunjungan dan pengibaran bendera mereka sendiri di wilayah tersebut.
Ketegangan Terkini dan Implikasi Geopolitik
Ketegangan antara Filipina dan Tiongkok terkait Sandy Cay meningkat seiring dengan latihan militer gabungan antara Amerika Serikat (AS) dan Filipina di kawasan tersebut.Tindakan China yang mengklaim kedaulatan atas Sandy Cay dianggap sebagai respons terhadap peningkatan kerja sama militer antara Filipina dan Amerika Serikat.
Sementara itu, Filipina menegaskan tidak ada pendudukan permanen oleh China di Sandy Cay dan wilayah tersebut tetap berada di bawah kedaulatan Filipina.
Situasi ini mencerminkan dinamika kompleks di Laut China Selatan, di mana klaim kedaulatan, kepentingan strategis, dan aliansi militer saling berinteraksi.
Sandy Cay, meskipun kecil, menjadi simbol dari persaingan yang lebih luas antara kekuatan regional dan global di kawasan tersebut.
Sandy Cay adalah fitur maritim kecil di Laut China Selatan yang menjadi pusat sengketa antara Filipina dan China.
Meskipun ukurannya kecil, Sandy Cay memiliki signifikansi strategis dan hukum yang besar, terutama karena potensinya untuk menghasilkan laut teritorial.
Ketegangan terkait Sandy Cay mencerminkan dinamika geopolitik yang lebih luas di kawasan tersebut, di mana klaim kedaulatan dan kepentingan strategis saling bertentangan.
Penyelesaian sengketa ini memerlukan pendekatan diplomatik yang hati-hati dan penghormatan terhadap hukum internasional untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.




