Profil Antonio Guterres, Sekjen PBB yang Kunjungi Rafah untuk Lindungi Gaza

Profil Antonio Guterres, Sekjen PBB yang Kunjungi Rafah untuk Lindungi Gaza

Global | okezone | Rabu, 27 Maret 2024 - 17:33
share

GAZA - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyerukan implementasi segera resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata dalam perang antara Israel dan kelompok Hamas. Dia juga memperingatkan bahwa kegagalan resolusi ini tidak dapat dibenarkan.

Pernyataan disampaikan setelah Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi untuk pertama kalinya sejak dimulainya perang yang menyerukan gencatan senjata segera dalam konflik tersebut, yang dimulai dengan serangan besar-besaran Hamas terhadap Israel pada tanggal 7 Oktober 2023.

Melansir Time of Israel, Resolusi 2728 dianggap tidak mengikat dan diperkirakan tidak berdampak langsung pada pertempuran yang sedang berlangsung di Gaza, karena resolusi Dewan Keamanan sebelumnya yang disahkan dalam konflik lain telah diabaikan.

Perang ini dipicu oleh serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023, ketika sekitar 3.000 teroris menyerbu perbatasan Israel melalui darat, udara dan laut, menewaskan 1.200 orang. Para teroris juga menyandera 253 orang, kebanyakan warga sipil dan orang-orang dari segala usia.

Israel menanggapinya dengan kampanye militer untuk menggulingkan rezim Hamas di Gaza dan membebaskan para sandera, yang sekitar 130 di antaranya masih ditahan.

“Pertempuran di Gaza harus dihentikan sekarang,” kata Guterres. "Para sandera harus segera dibebaskan. Dan kita tidak boleh melupakan gambaran besarnya. Hanya solusi dua negara yang dapat mengakhiri konflik Israel-Palestina secara pasti”.

Resolusi tersebut “menuntut gencatan senjata segera di bulan Ramadhan yang dihormati oleh semua pihak yang mengarah pada gencatan senjata berkelanjutan yang langgeng, dan juga menuntut pembebasan semua sandera segera dan tanpa syarat”.

Resolusi Dewan Keamanan juga “menekankan kebutuhan mendesak untuk memperluas aliran bantuan kemanusiaan dan memperkuat perlindungan warga sipil di seluruh Jalur Gaza dan menegaskan kembali tuntutannya untuk menghilangkan semua hambatan terhadap penyediaan bantuan kemanusiaan dalam skala besar”.

Topik Menarik