Eks Dubes AS untuk NATO: Ancaman Perang Nuklir oleh Putin Realistis

Eks Dubes AS untuk NATO: Ancaman Perang Nuklir oleh Putin Realistis

Global | sindonews | Jum'at, 15 Maret 2024 - 08:16
share

Presiden Vladimir Putin telah mengulangi ancamannya akan terjadinya armageddon nuklir jika wilayah Rusia terancam.

Pada hari Rabu atau menjelang pemilihan presiden (pilpres) Rusia minggu ini, dia mengatakan kepada media setempat bahwa dia tidak melihat perlunya penggunaan senjata nuklir di Ukraina.

Namun Putin memperingatkan negara-negara Barat bahwa Rusia secara teknis siap untuk perang nuklir.

Menurutnya, jika Amerika Serikat (AS) mengirim pasukan ke Ukraina, tindakan tersebut akan dianggap sebagai eskalasi perang yang signifikan.

Baca Juga: Putin Siap Perang Nuklir, Seberapa Besar dan Siapa Pengendali Senjata Atom Rusia?

“Bagi kami [konflik Ukraina] adalah masalah hidup dan mati; bagi mereka ini adalah masalah meningkatkan posisi taktis mereka [secara global dan di Eropa],” kata Putin.

Putin menegaskan bahwa Rusia siap jika AS mencoba “bermain ayam".

"Moskow siap menggunakan senjata nuklir dan menganggap persenjataannya lebih canggih dibandingkan milik negara lain," tegas Putin.

Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk NATO Kurt Volker mengatakan kepada program Riz Khan Show di Al Arabiya English bahwa ancaman Presiden Putin harus ditanggapi dengan serius.

“Jika Rusia benar-benar diserang dan jika orang-orang berusaha menggulingkan pemerintah Rusia atau merebut wilayah Rusia, maka saya pikir penggunaan senjata nuklir oleh Rusia bisa menjadi hal yang realistis,” katanya.

“Itu adalah bagian dari doktrin mereka untuk membela diri. Namun kenyataannya di sini adalah tidak ada yang menyerang atau mengancam Rusia. Rusialah yang mencoba merebut wilayah tetangganya," lanjut dia, yang dilansir Jumat (15/4/2024).

Namun Volker, yang juga mantan Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Ukraina, yakin situasi saat ini tidak bisa membenarkan respons nuklir Rusia.

“Dan dalam hal ini, penggunaan senjata nuklir bukanlah bagian dari doktrin mereka. Menggunakan mereka tidak akan mencapai tujuan mereka untuk merebut wilayah Ukraina, dan hal ini juga akan mengundang respons yang lebih langsung terhadap pasukan Rusia dibandingkan yang kita lihat sampai saat ini. Jadi saya skeptis bahwa mereka akan benar-benar menggunakan senjata nuklir, meskipun mereka suka melontarkan ancaman tersebut," paparnya.

Topik Menarik