Serangan Israel Makin Intensif, Pengungsi Tinggalkan Rafah Menuju Gaza Tengah

Serangan Israel Makin Intensif, Pengungsi Tinggalkan Rafah Menuju Gaza Tengah

Global | sindonews | Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:37
share

Para pejabat kemanusiaan PBB mengatakan warga Palestina di kota Rafah di selatan Gaza dilaporkan pindah dari wilayah tersebut menuju wilayah tengah seiring dengan intensifnya serangan udara Israel yang terus berlanjut.

Diperkirakan 1,4 juta warga Palestina, lebih dari separuh populasi Gaza, memadati Rafah.

Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan pergerakan tersebut dilaporkan menuju Deir el-Balah, 16 km (10 mil) utara Rafah. Dia juga menekankan parahnya kekurangan pangan di Rafah dan tempat lain – terutama di Gaza utara, yang menjadi target pertama serangan tersebut, dimana sebagian besar wilayah telah hancur total.

“Di Rafah, kondisi kemanusiaan menjadi semakin parah dengan terus adanya laporan mengenai orang-orang yang menghentikan truk bantuan untuk mengambil makanan,” katanya, dilansir Al Jazeera.

Di seluruh Gaza, Dujarric mengatakan pengiriman bantuan terhambat oleh seringnya penutupan perbatasan, pembatasan impor yang sudah berlangsung lama, kerusakan infrastruktur penting, dan pertempuran.

Sementara itu, badan kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan masyarakat di Rafah “sangat membutuhkan sehingga mereka menghentikan truk bantuan untuk mengambil makanan dan segera memakannya”.

OCHA mengatakan bahwa hal ini menunjukkan “parahnya keputusasaan dan kelaparan” di tengah krisis kemanusiaan yang “mengkhawatirkan” di kota padat penduduk di Gaza selatan.

Baca Juga: Mengapa Arab Saudi dan UEA Pernah Menginginkan Pakta Pertahanan yang Formal dengan AS?

Tempat penampungan sementara di Gaza menjadi padat dan orang-orang “putus asa, lapar, dan ketakutan”, tambah OCHA.

OCHA menambahkan bahwa ada “kebutuhan mendesak” untuk lebih banyak truk pengiriman yang memasuki Gaza “untuk memastikan kebutuhan nutrisi seluruh penduduk terpenuhi”.

Bantuan hanya bisa masuk ke Jalur Gaza melalui jalur penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom (Karem Abu Salem), artinya pengiriman makanan ke Gaza tengah dan utara harus melalui Rafah terlebih dahulu.

Sementara itu, otoritas Israel terus memblokir pengiriman tepung dalam jumlah besar ke Jalur Gaza di pelabuhan Ashdod.

Topik Menarik