Kisah Dokter Buka Praktik di Luar Tenda Pengungsi untuk Obati Anak-Anak yang Sakit Akibat Perang Gaza, Antrean Panjang Mengular

Kisah Dokter Buka Praktik di Luar Tenda Pengungsi untuk Obati Anak-Anak yang Sakit Akibat Perang Gaza, Antrean Panjang Mengular

Global | okezone | Selasa, 13 Februari 2024 - 11:16
share

RAFAH - Antrean panjang orangtua yang cemas menunggu di luar tenda dokter anak Rajaa Okasha. Sang dokter diketahui membuka layanan sukarela di luar tendanya yang sangat dibutuhkan anak-anak setelah empat bulan serangan Israel di Gaza yang mematikan.

Bekerja sepanjang hari di bawah kanvas di tanah berpasir dan hampir tidak ada obat yang tersedia, dia melakukan apa yang dia bisa untuk barisan anak-anak yang sakit dan terluka yang tak ada habisnya yang hidup dalam perang yang telah membuat hampir semua orang di daerah kantong tersebut menjadi tuna wisma.

Okasha sendiri menjadi tunawisma setelah meninggalkan rumahnya di Beit Hanoun, tempat pertama yang menjadi sasaran serangan darat Israel, dan seperti mayoritas warga Gaza yang berakhir di Rafah di perbatasan dengan Mesir.

“Ketika saya melihat seorang anak, saya merasa perlu untuk memberinya pengobatan dan mencoba membantunya,” terangnya saat menjelaskan mengapa dia mendirikan tenda sebagai pusat pengobatan gratis untuk anak-anak di bagian Rafah tempat dia berlindung.

Seorang perawat membalut kaki balitanya, seorang ibu dengan wajah lelah dan lelah menggendong bayinya, seorang gadis berambut pirang menatap ke luar dari balik tenda dan terus-menerus terdengar suara rewel dan tangisan.

Perang Israel di Gaza dipicu oleh serangan Hamas pada 7 Oktober, ketika para pejuang kelompok tersebut mengamuk melintasi pagar perbatasan, menewaskan 1.200 orang dan menyeret 250 orang lainnya sebagai sandera menurut penghitungan Israel.

Otoritas kesehatan di daerah kantong yang dikelola Hamas mengatakan serangan udara dan darat militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 28.000 warga Palestina, serta menyebabkan kehancuran dan bencana kemanusiaan yang tak terhitung jumlahnya.

Saat Okasha mengamati bayi yang menjerit-jerit, menggeliat karena tidak nyaman, barisan orang tua mulai dari mejanya kembali melewati tenda dan keluar ke kawasan Rafah yang sibuk di mana bayi tersebut berdiri di dekat kios-kios pasar.

Topik Menarik