Laporan Rakyat Merdeka Dari Forum Jenesys 2022 Keluarga Jepang Terinspirasi Nama Anak Dari Bendera Merah Putih
Keramahan dan kehangatan sangat terasa saat mengunjungi rumah Keluarga Ichinohe di Kota Takikawa, Pulau Hokkaido, Jepang. Kunjungan secara online itu tidak mengurangi antusias keluarga Jepang menerima tamu dari Tanah Air.
Kunjungan ke Keluarga Ichinohe, dilakukan Sabtu (12/3), dalam rangka program Japan East Asia Network of Exchange for Students and Youths (Jaringan Pertukaran Pelajar dan Pemuda Jepang-Asia Timur/ Jenesys) 2022.
Wartawan Rakyat Merdeka Paul Yoanda, berkesempatan mengikuti program tahunan yang digelar Japan International Cooperation Center (JICE), sebuah lembaga di bawah Kementerian Luar Negeri Jepang. Program Jenesys tahun ini digelar secara daring pada tanggal 9, 10, 11,12, dan 15 Maret 2022.
Hari itu, Yokka menerima rombongan bersama dua anaknya. Yang pertama laki-laki bernama Yuma, dan seorang anak perempuan bernama Yui (4). Sedangkan suaminya sedang bekerja. Di awal kunjungan, Yokka dan kedua anaknya memperkenalkan diri dengan Bahasa Indonesia. Mereka menulis Selamat Siang di sebuah kertas. Lalu ditunjukkan ke layar.
Bagi Yokka, Indonesia begitu spesial. Dia pernah berkunjung ke Bali, 10 tahun yang lalu, untuk berbulan madu. Tak cukup sampai di situ, dia juga memberi nama pada anaknya yang pertama, Yuma, terinspirasi dari bendera Merah Putih. Dia bilang, kata Yuma berasal dari Bahasa Kanji. Yu yang artinya berani, dan Ma yang berarti benar atau suci.
Seperti filosofi Bendera Indonesia, Merah yang artinya berani, dan Putih yang berarti benar, atau suci, ucap Yokka.
Berikutnya, Yuma beraksi. Dia mengajak para peserta melakukan home tour , alias keliling rumah. Pertama di mengajak ke dapur. Di situ, dia memamerkan kebolehannya membuat makanan khas Jepang, sushi.
Saya memang senang membuat makanan. Saya juga biasa memasak untuk makanan saya sendiri, ujar Yuma.
Yokka menambahkan, dirinya tidak mengajari Yuma membuat makanan Jepang yang terkenal di seluruh dunia itu. Dia bilang, Yuma belajar dari melihatnya membuat sushi atau makanan khas Jepang yang lain.
Selain membuat sushi, dia juga pandai membuat origami, jelas Yokka. Seperti diketahui, origami merupakan seni melipat kertas atau kain, yang berasal dari Jepang.
Saya bisa membuat bentuk kaisar dan permaisuri, bajak laut, hingga bentuk hewan, sahut Yuma.
Selanjutnya, Yuma mengajak peserta keluar rumah. Dia menunjukkan salju yang masih menyelimuti halaman rumahnya. Sesekali dia menggumpalkan salju, lalu iseng melemparnya pada adiknya, Yui.
Saat ini, sebagian wilayah Hokkaido memang masih tertutup salju. Namun, hal tersebut tak menjadi penghalang bagi keluarga Ichinohe melakukan berbagai aktivitas di luar ruangan seperti sekolah dan bermain.
Yokka mengatakan, saat ini Yuma dan Yui masih pergi bersekolah. Karena penyebaran Covid-19 di wilayah itu tidak setinggi di wilayah Jepang lainnya.
Festival Nanohana
Tak cuma berkunjung ke rumah keluarga Jepang, di hari yang sama para peserta Jenesys 2022 juga diajak untuk mengenal Kota Takikawa. Perkenalan kota tersebut disampaikan perwakilan Takikawa International Exchange Association (TIEA) Abe Takashi.
Takashi menjelaskan sejarah, kondisi geografis, hingga demografi kota tersebut. Kata Takashi, Takikawa terkenal sebagai kota penghasil bunga nanohana, yang mekar tiap musim semi. Dia bilang, luas lahan bunga nanohana di kota itu, merupakan yang terluas di Jepang. Sekitar 140 hektar.
Tiap akhir Mei juga diadakan Festival Nanohana di kota ini, jelas Takashi.
Lanskap Takikawa yang berupa pegunungan, juga membuat kota itu memiliki padang rumput yang cocok untuk peternakan seperti sapi dan domba. Luasnya, kata dia, sekitar 500 hektar.
Luasnya lahan untuk ternak, membuat kota itu bisa menghasilkan hewan ternak berkualitas untuk dikonsumsi masyarakat. Di Jepang, kata Takashi, Kota Takikawa terkenal akan domba yang dijadikan yakiniku.
Sabtu (12/3) merupakan hari terakhir para peserta Jenesys 2022 diajak berkeliling atau mendapatkan materi mengenai Jepang. Selanjutnya Selasa (15/3), kegiatan diisi dengan presentasi dari peserta yang dibagi dengan beberapa kelompok untuk memaparkan temuan-temuan menarik dan rencana aksi pasca program Jenesys 2022. [ PYB ]






