Ruben Onsu Tolak Damai dengan Sarwendah: Sudah Tidak Ada Kesepahaman

Ruben Onsu Tolak Damai dengan Sarwendah: Sudah Tidak Ada Kesepahaman

Gaya Hidup | sindonews | Minggu, 8 November 2026 - 06:51
share

Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya belum menemukan titik terang. Bahkan terkini, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menegaskan kliennya tidak ingin lagi menyelesaikan persoalan dengan Sarwendah melalui jalur mediasi.

Minola menyatakan mediasi antara kedua belah pihak telah gagal. Pihak Ruben juga memastikan tidak akan menghadiri agenda mediasi lanjutan yang dijadwalkan pada Selasa mendatang.

Keputusan itu diambil setelah Minola berdiskusi dengan Ruben. Menurutnya, sang presenter sudah tidak memiliki keinginan untuk berdamai karena tidak ada lagi kesepakatan maupun kesepahaman di antara kedua pihak.

Baca Juga : Ruben Onsu Setop Bayar Sisa Cicilan Rumah ke Bank, Pengacara Minta Sarwendah Gantian

“Kami tidak akan hadir pada mediasi Selasa depan itu. Kami akan bertulis surat atau ber-WhatsApp dengan mediator itu karena klien kami sudah mengatakan tidak ingin berdamai, tidak ingin menyelesaikan masalah itu di ruang mediasi karena sudah tidak ada kesepakatan, tidak ada kesepahaman,” ujar Minola dikutip dari YouTube Intens Investigasi.Ia juga menyinggung gugatan wanprestasi yang telah diajukan pihak Sarwendah. Menurut Minola, langkah hukum tersebut menunjukkan bahwa persoalan di antara keduanya memang perlu diselesaikan melalui proses persidangan.

“Toh sudah ada gugatan wanprestasi. Gugatan itu tentunya diajukan kan karena ingin ada suatu proses persidangan. Kalau hanya sekadar berharap proses mediasi, somasi aja, enggak usah gugat,” tuturnya.

Baca Juga : Ramai Seruan Boikot di TV, Ruben Onsu Tanggapi Santai: Rezeki Milik Tuhan!

Minola menilai, apabila pihak penggugat sejak awal berharap persoalan selesai melalui mediasi, mereka tidak perlu lebih dahulu mengajukan gugatan ke pengadilan.

Karena itu, ia menegaskan kubu Ruben tidak akan lagi menggantungkan penyelesaian perkara pada proses mediasi. Pihaknya memilih mengikuti proses hukum yang berjalan di persidangan.Selain menyampaikan keputusan untuk menolak mediasi, Minola juga menanggapi polemik mengenai keterlambatan tim kuasa hukum Ruben dalam agenda mediasi sebelumnya.

Ia mengaku pihaknya sempat mendapat kritik karena tim kuasa hukum yang ditugaskan hadir terlambat memasuki ruangan mediasi. Namun, menurut Minola, keterlambatan sekitar 10 hingga 15 menit merupakan hal yang bisa terjadi dalam perjalanan menuju pengadilan.

Minola menyayangkan agenda mediasi tetap dinyatakan selesai meski tim kuasa hukum Ruben akhirnya tiba. Ia menyebut berdasarkan laporan rekan yang hadir, mediator dan para pihak lainnya masih berada di lokasi ketika timnya datang.

“Dia hadir memang terlambat sekitar 10 sampai 15 menit, tapi para pihak, mediatornya dan juga para pihak masih ada di tempat, tapi mereka mengatakan mediasi sudah selesai,” jelasnya.

Minola juga menilai seharusnya ada komunikasi terlebih dahulu antarkuasa hukum sebelum mediasi diputuskan selesai. Ia menyebut keterlambatan tersebut sebenarnya bisa dikonfirmasi melalui grup WhatsApp yang telah dibuat oleh mediator.Lebih jauh, Minola bahkan menduga kejadian itu merupakan upaya untuk menjatuhkan nama baik tim kuasa hukum Ruben.

“Nah, ini juga menurut kami adalah satu bentuk sabotase yang hanya ingin menjatuhkan kami, ya, untuk menjatuhkan nama baik kami,” katanya.

Meski demikian, Minola menegaskan pihaknya kini telah mengambil keputusan bersama Ruben. Mereka tidak akan menghadiri mediasi lanjutan dan memilih melanjutkan penyelesaian persoalan melalui jalur persidangan.

Topik Menarik