Cerita Indra Bekti Sempat Dapat Rapor Merah saat SD, Kini Jadi Presenter Cerdas Cermat
JAKARTA, iNews.id - Presenter Indra Bekti mengungkapkan pengalaman masa kecilnya yang sempat mendapat nilai merah saat duduk di bangku sekolah dasar (SD). Menariknya, kini dia justru dipercaya memandu kompetisi edukasi anak bertajuk Juara Kelas.
Pengakuan tersebut disampaikan Indra Bekti saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, belum lama ini. Presenter berusia 48 tahun itu mengaku bukan siswa yang menonjol dalam bidang akademik semasa sekolah.
"Secara akademis ya saya biasa-biasa saja. Secara nilai rapor juga biasa-biasa saja, sempat dapat nilai merah juga. Ada, Pak! Ada, ada, ada waktu SD," ujar Indra Bekti.
Suami Aldila Jelita itu juga mengaku tidak pernah terpilih mewakili sekolah dalam kompetisi cerdas cermat. Dia bahkan sempat mempertanyakan alasan dirinya tidak mendapat kesempatan mengikuti perlombaan tersebut.
"Ya kalau cerdas cermat sepertinya waktu itu saya enggak diikutsertakan ya. Itu kenapa saya juga bingung ya, mungkin dari situ saya mungkin punya kelemahan tersendiri ya," katanya.
Meski tidak menonjol dalam bidang akademik, Indra Bekti ternyata memiliki ketertarikan besar terhadap dunia seni dan panggung sejak kecil. Dia kerap mengikuti berbagai kegiatan sekolah, mulai dari lomba baca puisi hingga seni peran.
"Dulu sih aku waktu masih kecil dulu ikutan lebih ke seni gitu ya. Seringnya malah lebih kepada baca puisi, lomba puisi, lomba acting. Ternyata memang sudah ada dasar aku senang tampil," ucap presenter yang pernah memandu acara anak-anak Tralala Trilili tersebut.
Kini, Indra Bekti justru mendapat kepercayaan untuk memandu Juara Kelas, kompetisi edukasi anak dengan format edutainment yang memadukan pendidikan dan hiburan.
Baginya, program tersebut menghadirkan nostalgia terhadap tontonan cerdas cermat yang populer pada era 1990-an. Namun, kali ini dia berada di posisi berbeda, yakni memandu langsung jalannya kompetisi.
"Ini menjadi kembali lagi mengingatkan zaman kita dulu kecil. Dulu nontonnya Cerdas Cermat. Nah, sekarang itu mirip-mirip seperti itu, tapi ini lebih seru karena aku yang bawain acaranya," kata Bekti.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq berharap Juara Kelas dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun karakter positif.
"Diharapkan nanti adik-adik bisa cerdas secara literasi, jago secara numerasi, kuat secara karakter. Nah, itu saya kira tiga kunci keberhasilan adik-adik mengikuti kegiatan Juara Kelas ini," ujar Fajar.
Kompetisi Juara Kelas diikuti siswa dari sekolah negeri maupun swasta. Setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri atas tiga siswa untuk menghadapi berbagai permainan dan tantangan dengan sistem eliminasi.
Sebelum memasuki babak kompetisi, para peserta terlebih dahulu melewati seleksi regional bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Peserta terpilih kemudian menjalani karantina di Jakarta, mengikuti kegiatan *study tour*, serta mendapatkan pendampingan melalui sesi mentoring.
Melalui kompetisi ini, para siswa diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mengasah kemampuan literasi, numerasi, dan karakter. Sementara bagi Indra Bekti, kesempatan memandu Juara Kelas menjadi pengalaman menarik, mengingat dirinya pernah merasakan tantangan akademik yang kini dihadapi para peserta.









