Mengenal Cedera Siku yang Dialami Pebulu Tangkis Daniel Marthin hingga Mundur dari Denmark Open 2026
PEBULU tangkis ganda putra Indonesia, Daniel Marthin, mengalami nyeri pada bagian siku hingga harus mundur dari turnamen Denmark Open 2026. Keputusan tersebut diambil bersama pelatih demi memprioritaskan pemulihan sebelum menghadapi turnamen berikutnya.
Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, menjelaskan bahwa Daniel mengeluhkan sakit pada sikunya setelah menjalani latihan di arena utama atau Main Hall pada Senin 12 Oktober 2026 malam WIB. Tim kemudian mencoba memberikan penanganan melalui fisioterapi.
Namun, ketika Daniel kembali mencoba bermain pada Selasa 13 Oktober 2026 pagi, tingkat nyerinya masih tinggi. Melihat kondisi tersebut, Antonius memutuskan menarik keikutsertaan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dari Denmark Open 2026 yang berlangsung pada 13–18 Oktober di Odense, Denmark.
"Daniel melaporkan kepada saya bahwa siku-nya sakit setelah latihan di Main Hall tadi malam. Sudah coba ditangani oleh fisioterapis dengan tindakan fisio dan lain-lain, pagi ini dicoba lagi ternyata skala nyerinya masih tinggi," ujar Antonius dalam keterangan yang disampaikan PBSI.
Antonius berharap cedera Daniel tidak serius sehingga sang pemain dapat kembali bertanding pada French Open 2026. Ajang itu dijadwalkan berlangsung pada 20–25 Oktober.
Nyeri siku sendiri merupakan salah satu keluhan yang dapat dialami pemain bulu tangkis akibat gerakan lengan dan pergelangan tangan yang dilakukan berulang kali. Lantas, apa saja kemungkinan penyebab nyeri siku pada atlet bulu tangkis dan bagaimana cara menanganinya?
1. Mengenal Nyeri Siku pada Pemain Bulu Tangkis
Dilansir dari Hello Physio, siku merupakan sendi yang berperan penting dalam berbagai gerakan lengan, termasuk saat pemain bulu tangkis melakukan pukulan smash, forehand, dan backhand. Gerakan tersebut melibatkan koordinasi otot, tendon, dan sendi pada lengan bawah serta lengan atas.
Ketika bagian-bagian tersebut menerima beban berulang tanpa pemulihan yang cukup, rasa nyeri dapat muncul. Pada pemain bulu tangkis, nyeri siku bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari ketegangan otot, iritasi tendon, hingga cedera akibat beban berlebihan.
Klarifikasi Lengkap Pegawai Kelab Malam Tempat Betrand Peto Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Namun, penyebab nyeri siku yang dialami Daniel Marthin belum dijelaskan secara spesifik oleh pelatih. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah keluhannya merupakan tennis elbow, golfer's elbow, atau jenis cedera lainnya. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui jaringan yang terdampak dan menentukan penanganan yang sesuai.
2. Tennis Elbow, Salah Satu Penyebab Nyeri Siku
Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan nyeri siku pada pemain bulu tangkis adalah tennis elbow atau epikondilitis lateral. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit pada sisi luar siku akibat gangguan pada tendon yang menghubungkan otot lengan bawah dengan tulang di sekitar siku.
Tennis elbow sering berkaitan dengan aktivitas yang melibatkan gerakan pergelangan tangan berulang, termasuk menggenggam raket dan melakukan pukulan berkali-kali. Gejala yang dapat muncul meliputi nyeri atau rasa terbakar pada sisi luar siku, rasa sakit ketika menggenggam raket atau mengangkat benda, kelemahan genggaman tangan, hingga nyeri yang bertambah ketika pergelangan tangan digerakkan melawan tahanan.
Meski namanya tennis elbow, kondisi ini juga dapat dialami pemain bulu tangkis maupun orang yang melakukan aktivitas berulang menggunakan tangan. Pada kasus tertentu, keluhan dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan jika beban pada tendon terus diberikan tanpa penanganan yang tepat.
3. Golfer's Elbow, Nyeri pada Sisi Dalam Siku
Selain tennis elbow, ada pula golfer's elbow atau epikondilitis medial. Kondisi ini menimbulkan nyeri pada sisi dalam siku dan berkaitan dengan tendon yang membantu menekuk pergelangan tangan serta memutar lengan bawah.
Aktivitas menggenggam raket terlalu kuat atau melakukan gerakan berulang yang membebani otot lengan bawah dapat meningkatkan risiko gangguan pada tendon tersebut. Gejalanya antara lain nyeri pada sisi dalam siku, rasa tidak nyaman saat menggenggam atau mengangkat benda, nyeri ketika pergelangan tangan ditekuk melawan tahanan, hingga kelemahan pada tangan atau lengan bawah akibat rasa sakit.
Tennis elbow dan golfer's elbow termasuk gangguan tendon yang dapat terjadi akibat penggunaan berlebihan. Meski demikian, keduanya merupakan kondisi berbeda dan membutuhkan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.
4. Mengapa Cedera Siku Bisa Terjadi saat Bermain Bulu Tangkis?
Bulu tangkis merupakan olahraga dengan gerakan cepat yang melibatkan lengan, pergelangan tangan, bahu, serta perubahan posisi tubuh secara berulang. Pada pemain yang berlatih secara intensif, beban pada otot dan tendon dapat meningkat.
Jika beban latihan lebih besar daripada kemampuan jaringan untuk beradaptasi dan pulih, risiko cedera dapat bertambah. Beberapa faktor yang dapat memicu nyeri siku.
Pertama, gerakan berulang. Pukulan yang dilakukan berkali-kali dapat membebani otot dan tendon lengan bawah.
Kedua, teknik pukulan yang kurang tepat. Gerakan yang tidak efisien dapat membuat beban terkonsentrasi pada bagian tertentu di lengan.
Ketiga, peningkatan intensitas latihan. Penambahan durasi atau intensitas latihan secara mendadak dapat membuat jaringan kesulitan beradaptasi.
Keempat, kekuatan otot yang kurang seimbang. Kekuatan dan koordinasi otot lengan bawah serta bahu turut memengaruhi distribusi beban saat memukul kok.
Kisah Pengusiran Bani Nadhir, Diabadikan dalam Surat Al-Hasyr Surat yang Turun di Bulan Rabiul Akhir
Kelima, waktu pemulihan yang tidak cukup. Otot dan tendon membutuhkan waktu untuk pulih setelah menerima beban latihan.
Meski demikian, penyebab cedera pada setiap atlet dapat berbeda. Faktor-faktor tersebut merupakan kemungkinan umum, bukan penyebab yang telah dipastikan pada kasus Daniel.
5. Bagaimana Cara Menangani Cedera Siku?
Penanganan cedera siku bergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi masing-masing atlet. Secara umum, beberapa langkah berikut dapat dipertimbangkan setelah dilakukan penilaian yang sesuai.
Pertama, mengurangi aktivitas yang memicu nyeri. Atlet perlu mengurangi sementara gerakan yang memperburuk keluhan, terutama pukulan atau latihan yang memberikan tekanan pada siku. Memaksakan diri untuk terus bermain ketika nyeri masih tinggi dapat memperburuk gejala dan menghambat pemulihan.
Kedua, melakukan fisioterapi, Fisioterapi dapat membantu memulihkan fungsi lengan melalui latihan penguatan, peregangan, pengaturan beban, dan latihan gerak secara bertahap. Programnya perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Pada gangguan tendon tertentu, latihan penguatan progresif menjadi bagian penting dari proses rehabilitasi.
Ketiga, menggunakan kompres dingin. Kompres dingin yang dibungkus kain dapat membantu meredakan nyeri setelah aktivitas. Hindari menempelkan es secara langsung pada kulit. Kompres bukan pengganti pemeriksaan medis apabila nyeri berat, muncul setelah cedera mendadak, atau disertai pembengkakan yang signifikan.
Keempat, menjalani pemeriksaan medis Jika nyeri tidak membaik, mengganggu aktivitas, atau disertai kelemahan dan keterbatasan gerak, dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan fisik biasanya menjadi langkah awal. Pemeriksaan pencitraan dapat dipertimbangkan apabila diperlukan untuk menilai kemungkinan cedera tertentu.
Pada atlet profesional, keputusan untuk kembali bertanding sebaiknya mempertimbangkan tingkat nyeri, fungsi siku, kekuatan, dan kemampuan melakukan gerakan olahraga dengan aman.
6. Cara Mencegah Nyeri Siku pada Pemain Bulu Tangkis
Pencegahan cedera siku dapat dilakukan melalui pengelolaan latihan dan kebiasaan bermain yang tepat. Lakukan pemanasan sebelum latihan. Persiapkan otot lengan, pergelangan tangan, dan bahu sebelum melakukan pukulan dengan intensitas tinggi.
Perbaiki teknik bermain. Teknik pukulan yang efisien membantu mengurangi beban berlebihan pada siku. Tingkatkan intensitas latihan secara bertahap. Hindari menambah durasi atau beban latihan secara mendadak.
Perkuat otot lengan dan bahu. Latihan yang terencana dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh menghadapi beban olahraga. Berikan waktu pemulihan. Istirahat yang cukup membantu otot dan tendon beradaptasi terhadap latihan.
Jangan abaikan nyeri. Jika rasa sakit muncul berulang atau semakin berat, lakukan evaluasi sebelum kembali menjalani latihan intensif. Pencegahan tidak dapat menjamin cedera sepenuhnya terhindarkan, tetapi dapat membantu mengurangi risiko dan mendukung performa atlet dalam jangka panjang.









