Konten Review Makannya Tembus Jutaan View, Chaca Visual Bongkar 8 Strategi Bagi Pemula

Konten Review Makannya Tembus Jutaan View, Chaca Visual Bongkar 8 Strategi Bagi Pemula

Gaya Hidup | sindonews | Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:38
share

Konten review makanan kini bukan sekadar soal memperlihatkan menu di depan kamera. Cara kreator membuka video, memilih angle, memberikan reaksi hingga menyampaikan pendapat ternyata bisa menentukan apakah penonton akan bertahan atau langsung menggulir ke video berikutnya.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan Chaca Visual, kreator konten yang memiliki nama asli Anisa Putri. Aktif berkarya sejak masa pandemi Covid-19, Chaca awalnya lebih dikenal lewat konten drama comedy bersama Omped Visual dan teman-temannya.

Seiring waktu, perempuan kelahiran Pesawaran, 3 Januari 2005 itu mulai mengeksplorasi berbagai jenis konten. Mulai dari drama comedy, dance, lifestyle hingga review menjadi bagian dari perjalanan Chaca di media sosial.

Konten review, khususnya review makanan, kemudian menjadi salah satu format yang ikut dikembangkan Chaca. Tidak hanya menyantap makanan di depan kamera, ia mencoba membuat proses review terasa lebih menarik sehingga penonton memiliki alasan untuk menyaksikan video sampai selesai.

Kini, Chaca Visual telah memiliki sekitar 1,1 juta pengikut di TikTok melalui akun @chaca_visual. Ia juga aktif di Instagram @chacaa_visual dengan sekitar 12,8 ribu pengikut serta YouTube @chaca_visual25 yang telah memiliki sekitar 140 ribu subscriber.

Dari pengalamannya membuat konten, Chaca membagikan sejumlah hal yang menurutnya bisa diperhatikan oleh kreator pemula yang ingin mencoba konten review makanan.

Baca Juga : Vilmei Hapus Konten Pura-Pura Cari Kerja usai Dikritik Netizen

1. Jangan Hanya Menunjukkan Makanan, Buat Penonton Penasaran

Menurut Chaca, salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah langsung memperlihatkan makanan tanpa membangun rasa penasaran. Padahal, beberapa detik pertama sangat penting dalam video pendek.Ia menilai pembuka harus mampu membuat penonton bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Menurut saya, jangan langsung hanya menunjukkan makanannya. Dari awal harus ada sesuatu yang membuat orang penasaran, misalnya apa yang spesial dari makanan itu atau kenapa kita sampai datang untuk mencobanya,” ujar Chaca.Hook tersebut tidak harus selalu dibuat berlebihan. Pertanyaan sederhana, tampilan makanan yang menggugah selera atau fakta unik mengenai tempat makan bisa menjadi pintu masuk sebelum review dimulai.Bagi kreator pemula, bagian pembuka ini justru bisa menjadi ruang untuk bereksperimen. Semakin sering mencoba, semakin mudah menemukan gaya opening yang sesuai dengan karakter konten masing-masing.

Baca Juga : Awalnya Iseng, Icha Riyani Kini Jadi Kreator Konten dengan Jutaan Followers

2. Tampilkan Makanan dengan Visual yang Menggugah Selera

Setelah berhasil membuat penonton berhenti scrolling, visual menjadi bagian berikutnya yang tidak kalah penting. Dalam konten review makanan, penonton tentu ingin melihat apa yang sebenarnya sedang dicoba oleh kreator. Karena itu, tampilan makanan perlu diperlihatkan dengan jelas.

“Kalau review makanan, menurut saya visual itu penting. Makanan harus kelihatan jelas, supaya penonton juga bisa membayangkan seperti apa bentuk dan porsinya,” kata Chaca.

Detail seperti tekstur makanan, potongan saat dibelah, saus yang dituangkan atau bagian dalam menu bisa menjadi footage tambahan yang membuat video lebih hidup. Bahkan sebelum kreator memberikan komentar, visual makanan sudah bisa membangun ekspektasi penonton.

3. Berikan Reaksi yang Natural

Review makanan tidak selalu harus menggunakan reaksi yang berlebihan. Justru ekspresi yang natural dapat membuat konten terasa lebih dekat dengan penonton.

Chaca mengatakan kreator sebaiknya memberikan pendapat sesuai pengalaman ketika mencicipi makanan tersebut.

“Kalau memang enak, bilang enak. Kalau ada yang kurang, juga bisa disampaikan. Menurut saya yang penting reaksinya jangan dibuat-buat,” ungkapnya.Reaksi natural juga membuat penonton merasa sedang mengikuti pengalaman seseorang yang benar-benar mencoba makanan tersebut, bukan sekadar melihat promosi. Hal inilah yang dapat membuat konten review memiliki karakter tersendiri.

4. Jangan Takut Memberikan Pendapat yang Jujur

Review pada dasarnya bukan hanya memperlihatkan makanan, tetapi juga memberikan pengalaman kepada audiens.Karena itu, Chaca menilai kreator pemula perlu berani menyampaikan pendapat. Mulai dari rasa, tekstur, ukuran porsi hingga harga dapat menjadi bahan pembahasan.

“Kalau menurut kita ada yang kurang, bisa disampaikan dengan cara yang baik. Review kan memang tentang pengalaman kita setelah mencoba,” tuturnya.

Pendapat yang detail juga dapat membuat video lebih informatif. Penonton tidak hanya mendapatkan gambaran apakah makanan tersebut menarik, tetapi juga mengetahui alasan di balik penilaian kreator.

5. Buat Cerita, Jangan Sekadar Makan

Salah satu hal yang membedakan video review biasa dengan konten yang lebih menarik adalah adanya cerita.Chaca sendiri memiliki pengalaman dalam membuat drama comedy dan drama couple. Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa memikirkan alur dalam sebuah video.

“Menurut saya konten review juga bisa dibuat seperti punya cerita. Misalnya dari awal kita datang, melihat tempatnya, memilih makanan, mencobanya, lalu memberikan pendapat,” kata Chaca.

Dengan alur tersebut, penonton seolah mengikuti perjalanan kreator dari awal hingga akhir.

Cerita tidak harus panjang. Bahkan dalam video berdurasi singkat, alur sederhana sudah cukup untuk membuat konten terasa lebih lengkap.6. Manfaatkan Tren, tetapi Tetap Punya Gaya Sendiri

Media sosial bergerak sangat cepat. Tren makanan, sound, gaya editing hingga format video dapat berubah dalam waktu singkat.Chaca sendiri juga dikenal sebagai kreator yang tidak hanya membuat satu kategori konten. Selain review, ia mengeksplorasi drama comedy, dance dan lifestyle.

“Tren boleh diikuti, tetapi menurut saya jangan sampai kehilangan gaya sendiri. Kita bisa mengikuti tren sambil memasukkan karakter kita ke dalam konten,” ujarnya.

Bagi pemula, mengikuti tren dapat menjadi cara untuk belajar memahami pola konten yang sedang mendapatkan perhatian. Namun, karakter pribadi tetap penting agar audiens dapat mengenali siapa kreator di balik video tersebut.

7. Konsisten dan Jangan Terlalu Terpaku pada Jumlah View

Satu video bisa mendapatkan banyak penonton, sementara video berikutnya belum tentu menghasilkan angka yang sama. Hal tersebut merupakan sesuatu yang menurut Chaca perlu dipahami oleh kreator pemula. Jangan sampai satu video yang performanya rendah membuat seseorang langsung berhenti membuat konten.

“Kadang ada video yang ramai, kadang ada juga yang biasa saja. Menurut saya jangan langsung menyerah. Justru dari situ kita bisa belajar,” ungkap Chaca.

Ia menilai konsistensi menjadi bagian penting dalam perjalanan membangun akun dari nol. Chaca sendiri memulai perjalanan kontennya sejak pandemi sebelum akhirnya berkembang dan memiliki sekitar 1,1 juta pengikut di TikTok.

8. Evaluasi Konten dari Respons PenontonStrategi terakhir yang menurut Chaca penting adalah melakukan evaluasi.Setelah mengunggah video, kreator dapat memperhatikan respons audiens. Bukan hanya jumlah view, tetapi juga komentar, respons penonton dan bagian video yang mendapatkan perhatian.

“Kalau ada konten yang ramai, kita bisa lihat apa yang membuat orang tertarik. Kalau kurang ramai, jangan langsung dianggap gagal. Bisa menjadi bahan evaluasi untuk konten berikutnya,” tutur Chaca.Evaluasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan konsep video berikutnya.

Bagi Chaca, proses menjadi kreator memang membutuhkan waktu. Tidak ada jaminan satu konten langsung mendapatkan jutaan penonton. Yang terpenting adalah terus mencoba berbagai format dan memahami karakter audiens.

“Yang penting jangan takut mencoba. Dari awal saya juga belajar sambil membuat konten. Semakin sering membuat, kita semakin tahu apa yang cocok dengan diri kita dan penonton,” katanya.

Perjalanan Chaca Visual sendiri menjadi contoh bagaimana eksplorasi konten dapat membuka peluang baru. Berawal dari drama comedy bersama Omped Visual dan teman-temannya sejak masa pandemi, ia kemudian mencoba review, dance hingga lifestyle.

Kini, melalui akun TikTok @chaca_visual, Chaca telah memiliki sekitar 1,1 juta pengikut. Sementara itu, Instagram @chacaa_visual dan YouTube @chaca_visual25 juga menjadi bagian dari perjalanan digitalnya.

Bagi kreator pemula yang ingin masuk ke dunia review makanan, Chaca melihat proses belajar sebagai bagian yang tidak bisa dilewati. Mulai dari membuat hook, memperhatikan visual makanan, memberikan reaksi natural, berani menyampaikan pendapat, membangun cerita, mengikuti tren dengan karakter sendiri, menjaga konsistensi hingga mengevaluasi respons penonton.

“Jangan terlalu memikirkan harus langsung viral. Yang penting mulai dulu, konsisten, terus belajar dan jangan takut mencoba hal baru,” pungkas Chaca.

Dari konten sederhana di masa pandemi hingga menjangkau jutaan pengikut di TikTok, Chaca Visual terus memperluas kreativitasnya. Kini, konten review menjadi salah satu warna dalam perjalanan panjangnya sebagai kreator yang juga dikenal lewat drama comedy, dance dan lifestyle.

Topik Menarik