Apa Itu Bakteri H. pylori yang Menginfeksi Sandrinna Michelle? Ini Jawabannya!
JAKARTA, iNews.id - Aktris Sandrinna Michelle mengungkap dirinya pernah didiagnosis terinfeksi bakteri Helicobacter pylori atau H. pylori. Hampir satu tahun setelah mendapatkan diagnosis tersebut, dia mengaku masih merasakan efeknya dan menjalani masa pemulihan hingga sekarang.
Sandrinna Michelle menyebut salah satu hal yang kini harus dihindarinya adalah kopi. Dia mengaku konsumsi kopi dapat membuatnya mengalami rasa cemas sepanjang hari. Dia juga menggambarkan adanya sensasi seperti 'drop' di bagian dada setelah minum kopi atau teh.
Pengalaman Sandrinna tersebut membuat H. pylori menjadi perhatian. Lantas, sebenarnya apa itu bakteri H. pylori dan seperti apa gejala yang dapat muncul ketika seseorang terinfeksi?
Apa Itu Bakteri H. pylori?
H. pylori merupakan bakteri yang dapat hidup dan menginfeksi lapisan lambung. Infeksi ini tergolong umum dan dapat terjadi sejak masa kanak-kanak.
Menurut Mayo Clinic, lebih dari separuh populasi dunia diperkirakan pernah mengalami infeksi H. pylori. Infeksi ini lebih sering terjadi sejak masa kanak-kanak, terutama di negara berkembang.
H. pylori dapat mengganggu lapisan pelindung lambung sehingga menyebabkan peradangan. Dalam kondisi tertentu, infeksi ini juga dapat memicu terbentuknya luka atau tukak pada lambung maupun usus kecil.
Yang perlu diketahui, tidak semua orang yang terinfeksi H. pylori akan mengalami gejala. Mayo Clinic menyebut sebagian besar infeksi H. pylori justru tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Apa Gejala Bakteri H. pylori?
Ketika gejala muncul, keluhan biasanya berkaitan dengan gangguan pada lambung. Beberapa gejala yang dapat dirasakan antara lain:
* Nyeri atau rasa perih seperti terbakar pada bagian perut
* Nyeri perut yang dapat terasa lebih berat ketika perut kosong
* Mual atau rasa tidak nyaman pada perut
* Perut kembung
* Sering bersendawa
* Kehilangan nafsu makan
* Penurunan berat badan
Gejala tersebut dapat muncul ketika infeksi menyebabkan peradangan pada lapisan lambung atau berhubungan dengan terbentuknya tukak.
Karena gejalanya dapat menyerupai berbagai gangguan pencernaan lain, seseorang tidak dapat memastikan dirinya terinfeksi H. pylori hanya berdasarkan keluhan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Bisa Menyebabkan Tukak Lambung
Salah satu komplikasi yang perlu diperhatikan adalah tukak pada lambung atau usus kecil. H. pylori dapat merusak lapisan pelindung saluran pencernaan sehingga asam lambung lebih mudah menyebabkan luka.
Dalam jangka panjang, infeksi H. pylori juga merupakan salah satu faktor risiko kuat untuk jenis kanker lambung tertentu. Meski demikian, hanya sebagian kecil orang yang mengalami infeksi H. pylori kemudian berkembang menjadi kanker lambung.
Bagaimana H. pylori Menular?
H. pylori diduga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti air liur, muntah atau tinja. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
Karena itu, menjaga kebersihan tangan serta tidak berbagi makanan atau peralatan makan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri tersebut.
Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terinfeksi?
Diagnosis H. pylori tidak cukup hanya berdasarkan gejala. Dokter dapat menggunakan sejumlah pemeriksaan, termasuk tes feses dan *urea breath test* atau tes napas urea.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan endoskopi saluran pencernaan bagian atas dan mengambil sampel jaringan dari lambung untuk diperiksa.
Tes lanjutan juga dapat dilakukan setelah pengobatan untuk memastikan bakteri sudah berhasil dihilangkan. Mayo Clinic menyebut pemeriksaan ulang umumnya dilakukan setidaknya empat minggu setelah antibiotik selesai, sesuai pertimbangan tenaga kesehatan.
Bagaimana H. pylori Diobati?
H. pylori merupakan infeksi bakteri sehingga pengobatannya membutuhkan obat untuk membasmi bakteri tersebut. Dokter umumnya menggunakan kombinasi dua atau lebih antibiotik bersama obat yang membantu menurunkan produksi asam lambung. Dalam kondisi tertentu, obat yang mengandung bismut juga dapat digunakan.
Pengobatan perlu dijalani sesuai petunjuk dokter. Jika bakteri tidak berhasil dibasmi, dokter dapat melakukan pemeriksaan dan memberikan kombinasi obat yang berbeda.
Sementara itu, pengalaman Sandrinna terkait kopi, teh, rasa cemas dan sensasi di dada merupakan keluhan yang dia ceritakan secara pribadi. Keluhan tersebut tidak dapat dianggap sebagai gejala khas H. pylori pada semua orang karena manifestasi infeksi dapat berbeda dan sebagian penderita bahkan tidak mengalami gejala.
Jika seseorang mengalami nyeri perut yang terus-menerus, muntah darah, muntah berwarna seperti ampas kopi, tinja berwarna hitam, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, pusing hingga pingsan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebab dan kemungkinan komplikasi.









