Harry dan Meghan Markle Frustasi Disebut Warga Sipil dalam Surat Raja Charles
Pangeran Harry dan Meghan Markle dikabarkan merasa "frustrasi" dengan pemilihan kata Raja Charles dalam surat yang dinilai sengaja memperjelas status mereka sebagai anggota keluarga kerajaan.
Pasangan Sussex kembali ke Inggris pada 26 Agustus ini keberatan dengan permintaan agar mereka diperlakukan sebagai "warga sipil dengan kepentingan komersial dan amal".
Menurut The Telegraph, Harry dan Meghan lebih memilih disebut sebagai "tokoh publik". Mereka juga menginginkan adanya pengakuan bahwa secara pribadi, keduanya tetap merupakan bagian dari keluarga kerajaan meski sudah tidak menerima dana publik.
Surat yang dibuat Charles itu diketahui telah dikirimkan kepada media pada Senin. Namun, menurut laporan tersebut, Harry dan Meghan tidak terlebih dahulu diajak berkonsultasi mengenai isi surat.
Baca Juga : Pangeran Harry Belum Berkomunikasi dengan Raja Charles III sejak Balik ke InggrisCatatan tersebut kabarnya baru diterima kantor pasangan Sussex pada pukul 13.59 waktu Inggris. Sumber internal kerajaan mengatakan, Raja Charles dan stafnya ingin memberi tahu Harry dan Meghan sebelum surat tersebut dipublikasikan. Istana bahkan disebut bersedia "mengklarifikasi satu atau dua poin" dalam surat itu.
Sekitar 20 menit kemudian, staf Harry dan Meghan merespons dengan menanyakan apakah catatan tersebut sudah dikirimkan.
Pada pukul 15.09, staf kemudian menghubungi Harry yang saat itu sedang menghadiri rapat. Mereka memberitahukan bahwa sebuah surat telah disusun dan meminta arahan apakah surat tersebut sudah disebarluaskan.
Namun, surat itu ternyata sudah dibagikan kepada media tiga menit sebelumnya tanpa sepengetahuan Harry maupun timnya. Mereka baru mendapat informasi bahwa surat tersebut telah dipublikasikan pada pukul 15.11.
Baca Juga : Pangeran Harry dan Meghan Pulang ke Inggris, Raja Charles: Kalian Bukan Lagi Anggota Aktif KerajaanMeski kecewa dengan isi dan proses penyampaian surat tersebut, sumber internal kerajaan menilai langkah itu semata-mata dilakukan untuk memperjelas posisi yang berlaku.
"Hal itu semata-mata memperjelas posisi yang berlaku demi kepentingan semua pihak," ujar sumber tersebut.
Sementara itu, sumber yang dekat dengan Harry dan Meghan menilai waktu pengumuman tersebut "disengaja". Mereka menduga langkah itu merupakan bagian dari upaya untuk memengaruhi keputusan Komite Eksekutif Perlindungan Keluarga Kerajaan dan Tokoh Publik (Executive Committee for the Protection of Royalty and Public Figures).
Komite tersebut memang tengah bersiap membahas apakah Harry, Meghan, serta kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, perlu mendapatkan perlindungan polisi.Namun, sumber dari pihak istana dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Harry, Meghan, Archie, dan Lilibet tiba di Inggris pada 26 Agustus. Kepulangan itu terjadi sekitar satu minggu setelah Page Six mengonfirmasi bahwa pasangan tersebut berencana kembali ke Inggris untuk tinggal dalam jangka waktu yang cukup lama.Sejak kepulangan mereka, Page Six melaporkan bahwa Harry dan Meghan telah mendaftarkan kedua anak mereka di sebuah sekolah persiapan (prep school) eksklusif dengan biaya sekitar 35.000 dolar AS per tahun.
Pasangan tersebut juga dikabarkan tengah mencari rumah di kawasan Cotswolds, tidak jauh dari kediaman Raja Charles.
Di tengah kepulangan mereka ke Inggris, Meghan juga kembali terlihat di ruang publik. Sumber Page Six mengonfirmasi bahwa Duchess of Sussex itu sempat menikmati teh bersama seorang ibu lainnya di SoHo Farmhouse, tempat peristirahatan eksklusif bagi para anggotanya.










