Maudy Ayunda Buka MAF Impact Leaders Cohort IV, Ada Mentorship dan Project Grant

Maudy Ayunda Buka MAF Impact Leaders Cohort IV, Ada Mentorship dan Project Grant

Gaya Hidup | sindonews | Rabu, 2 September 2026 - 08:34
share

Maudy Ayunda Foundation (MAF) resmi membuka pendaftaran MAF Impact Leaders Program Cohort IV. Tersedia kuota 30 peserta bagi generasi muda yang memenuhi persyaratan.

Program ini adalah sebuah wadah eksklusif yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa muda untuk mendapatkan pendampingan (mentorship) langsung dari Maudy Ayunda sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

Baca juga: Cerita Ayyub Jadi Lulusan Termuda Sarjana Terapan UGM, Lulus di Usia 20 Tahun

Memasuki gelombang keempat, program ini hadir dengan identitas baru sebagai MAF Impact Leaders Program. Transformasi nama ini merefleksikan perjalanan para peserta yang terus berkembang menjadi pemicu dampak positif (Impact Leaders) serta siap mengambil peran nyata dalam menciptakan perubahan di komunitas masing-masing.

Aktor, penyanyi sekaligus Founder dari MAF, Maudy Ayunda menyampaikan bahwa seiring berjalannya waktu, program ini terus mengalami penyempurnaan guna memberikan dampak yang lebih optimal bagi para peserta.“Jadi kalau teman-teman bisa bantu sharing, adanya program Impact Leaders ini, ini sebenarnya udah cohort yang keempat. Dan dengan berjalannya waktu, sudah banyak sekali improvements sebenarnya dari setiap program dan feedback yang kami terima juga,” ungkap Maudy Ayunda dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Kisah Wilang, Lulusan Termuda UGM yang Raih Gelar S1 Biologi di Usia 19 Tahun

Meski antusiasme pendaftar selalu tinggi, MAF secara konsisten membatasi jumlah peserta yang diterima. Pada Cohort IV ini, target penerimaan dialokasikan khusus untuk 30 anak muda terpilih. Maudy menjelaskan bahwa batasan jumlah peserta tersebut sengaja diterapkan agar interaksi pendampingan berjalan intensif dan personal, mengingat ia terlibat langsung dalam membimbing para mentee.

“Goal-nya sih biasanya setiap tahun itu, atau setiap cohort kami menerima sekitar 30 anak muda. Kenapa 30? Sejujurnya, karena aku selalu mengalami trade-off antara scale dan juga quality. Karena memang programnya aku jalankan secara personally. Jadi kalau lebih dari 30, kayaknya takutnya fokus ataupun energi dan waktu aku kurang maksimal,” jelas dia.

Proses pendaftaran program ini telah dibuka dan akan berlangsung hingga 11 September 2026 mendatang melalui tautan resmi yang disediakan. “Deadline-nya itu di 11 September 2026. Jadi itu masih, ya 10 harian lagi. Sebenarnya udah dibuka application-nya dari beberapa waktu lalu, but yeah, so there's 10 days kalau misalnya teman-teman bersedia untuk membantu menyuarakan juga dan mengajak teman-teman, anak-anak muda mungkin ingin bergabung,” kata Maudy.Guna memberikan akses yang setara bagi pemuda dari berbagai latar belakang geografi, MAF merancang pelaksanaan program ini secara fleksibel dengan memadukan sesi daring (online) dan luring (offline).

“Mungkin aku cerita sedikit tentang programnya. Sebenarnya programnya itu historically mostly berjalan secara online. Kenapa online? Sebenarnya karena teman-teman mentee yang diterima itu biasanya tidak semuanya berada di satu tempat yang sama,” ucap dia.

“Ada yang tentunya di luar Pulau Jawa atau di daerah-daerah lain. Ada yang even beberapa di luar negeri. Jadi, ada time zone differences dan lain-lain. Jadi agar bisa seinklusif mungkin, malah kita melakukannya mostly online. Tapi biasanya kita ada satu offline session yang di mana akhirnya semuanya berkumpul dan bisa bertemu,” tambah Maudy.

Melalui MAF Impact Leaders Program, para mentee tidak hanya terhubung dengan jejaring rekan sebaya yang memiliki visi serupa dari seluruh Indonesia, tetapi juga didorong untuk menerjemahkan gagasan dan kepedulian terhadap isu sosial menjadi aksi konkret.

Sebagai nilai tambah, peserta dibekali kesempatan untuk mengajukan project grant (hibah proyek). Pendanaan ini dapat digunakan untuk merintis serta mengeskalasi inisiatif sosial mereka agar kebermanfaatannya dirasakan secara berkesinambungan oleh masyarakat luas.Adapun kualifikasi yang perlu dipenuhi oleh calon peserta di antaranya adalah berusia 18–22 tahun, telah menyelesaikan pendidikan SMA atau sederajat, sedang aktif menempuh pendidikan sarjana (S1) di universitas nasional maupun internasional, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 atau setara, memiliki pengalaman dalam organisasi mahasiswa atau kegiatan ekstrakurikuler, menunjukkan passion serta komitmen nyata untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Sebagai informasi, Maudy Ayunda Foundation didirikan pada tahun 2018 untuk membuka akses pendidikan yang inklusif serta memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda. Komitmen jangka panjang yayasan ini terwujud dalam empat pilar utama yang saling melengkapi.

Diantaranya adalah professional development, tuition scholarship & project grant, student & teacher support dan education Infrastructure.

Topik Menarik