Ibu Hamil Bolehkah Makan Seafood? Dokter Ungkap Jenis Ikan Harus Dihindari
JAKARTA, iNews.id - Ibu hamil boleh mengonsumsi seafood, tetapi harus selektif memilih jenis makanan laut yang dikonsumsi. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Fajar Alam, mengungkapkan ikan berukuran besar seperti hiu, tuna mata besar, dan marlin perlu dihindari karena memiliki kadar merkuri tinggi.
Anggapan ibu hamil harus menghindari seluruh makanan laut atau seafood tidak sepenuhnya benar. Ibu hamil tetap diperbolehkan mengonsumsi seafood, termasuk udang hingga cumi-cumi, selama memperhatikan jumlah konsumsi, jenis makanan laut, dan tingkat kematangannya.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Fajar Alam, melalui unggahan video di akun Instagram miliknya menjelaskan seafood pada dasarnya aman dikonsumsi ibu hamil. Makanan laut juga memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk mendukung perkembangan janin.
Menurut dr Fajar, kekhawatiran ibu hamil terhadap seafood umumnya berkaitan dengan kandungan merkuri pada beberapa jenis ikan.
"Boleh enggak sih makan seafood? Ya, jadi ada seorang pasien, dia ibu hamil nanya, 'Boleh enggak sih makan seafood?' Jadi prinsipnya Ibu-ibu, seafood itu boleh," ujar dr. Fajar, dikutip Selasa (1/9/2026).
Meski aman, konsumsi seafood tetap perlu dibatasi. Dia menyarankan ibu hamil mengonsumsi makanan laut sekitar 2 sampai 3 ons per hari.
Pemilihan jenis seafood juga menjadi hal penting. Ibu hamil disarankan memilih ikan berukuran kecil atau ikan yang tidak berada di posisi atas rantai makanan karena umumnya memiliki kadar merkuri lebih rendah.
"Jadi ketakutan Ibu tadi itu, dia alasannya adalah karena takut merkuri. Jadi ibu hamil tetap boleh makan makanan laut ya. Cuman memang harus dibatasi sekitar 2 sampai 3 ons 1 hari," ujar dia.
Jenis Seafood yang Aman untuk Ibu Hamil
dr Fajar menyebut sejumlah jenis seafood yang relatif aman dikonsumsi ibu hamil. Beberapa di antaranya adalah ikan sarden, ikan teri, ikan kembung, udang, kepiting, dan cumi-cumi.
"Jadi kita harus perlu tahu dulu makanan yang rendah merkuri itu apa aja, ikan-ikanan apa aja, ya. Misalnya ikan yang tergolong kecil biasanya ya, ikan sarden ini maksudnya sarden ya bukan sarden kalengan itu ya jadi ikan sarden, terus ikan teri, kemudian ikan kembung, udang, kepiting, cumi-cumi, itu semua aman. Dan ikan-ikan yang tergolong kecil bukan mata rantai di atas, ikan besar," ujar dr Fajar.
Menurutnya, ibu hamil tidak perlu khawatir berlebihan terhadap ikan berukuran kecil dan sedang yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Namun, jenis ikan tertentu dengan ukuran besar perlu menjadi perhatian karena berpotensi memiliki kadar merkuri lebih tinggi.
Ikan Tinggi Merkuri Perlu Dihindari
Ibu hamil dianjurkan lebih selektif terhadap ikan predator berukuran besar. Jenis ikan tersebut dapat mengakumulasi merkuri lebih banyak karena berada di bagian atas rantai makanan laut.
"Kita harus tahu yang perlu digarismerahi itu adalah ikan-ikan yang banyak mengandung merkuri tinggi. Biasanya ikan-ikan hiu, ikan tuna mata besar, kemudian ikan marlin. Nah, ini biasanya kadar merkurinya tinggi," ujarnya.
Dia kembali menegaskan sebagian besar ikan berukuran kecil hingga sedang yang umum dikonsumsi masyarakat memiliki kadar merkuri yang cenderung rendah.
"Jadi kalau ikan-ikan yang sedang, kecil, yang kita biasa makan, itu semua normal. Merkurinya enggak terlalu tinggi dan cenderung rendah, jadi aman, enggak apa-apa," ujar dr Fajar.
Ibu Hamil Harus Makan Seafood Sampai Matang
Selain memperhatikan jenis dan jumlah konsumsi, tingkat kematangan seafood juga menjadi perhatian penting. Ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan laut yang telah dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko paparan bakteri dan parasit.
Aturan tersebut juga berlaku bagi pencinta makanan Jepang seperti sushi. Ibu hamil tetap dapat menikmati sushi selama memilih jenis yang menggunakan bahan makanan yang sudah dimasak secara sempurna.
"Ingat prinsipnya Ibu hamil, masaknya harus matang. Nah, untuk sushi, ingat di Indonesia ada sushi yang matang juga, enggak semua sushi mentah. Sushi yang matang, dimasak sempurna, boleh," ujarnya.
Dengan demikian, ibu hamil tetap boleh makan seafood selama memperhatikan jenis dan jumlah konsumsinya. Ikan tinggi merkuri seperti hiu, tuna mata besar, dan marlin perlu dihindari, sedangkan seafood rendah merkuri seperti ikan sarden, teri, kembung, udang, kepiting, dan cumi-cumi dapat dikonsumsi dengan memperhatikan kematangan makanan.









