Mengapa Salat Jumat Disyariatkan Islam dan Adakah Dalilnya dalam Al Quran?

Mengapa Salat Jumat Disyariatkan Islam dan Adakah Dalilnya dalam Al Quran?

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 28 Agustus 2026 - 09:15
share

Mengapa Islam mensyariatkan salat Jumat? Adakah dalilnya dalam Al Quran? Lantas, bagaimana sejarah awal disyariatkannya ibadah tersebut?

Salat Jumat merupakan salah satu ibadah wajib bagi laki-laki Muslim yang memenuhi syarat. Ibadah ini dilaksanakan secara berjamaah pada waktu Zuhur setiap hari Jumat dan didahului dengan dua khotbah. Hari Jumat sendiri memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Allah SWT bahkan mengabadikannya dalam Al-Qur'an melalui Surat Al-Jumu'ah, surat ke-62 yang terdiri dari 11 ayat.

Nama Al-Jumu'ah berasal dari kata al-jam'u yang berarti berkumpul. Dinamakan demikian karena pada hari tersebut kaum Muslimin berkumpul untuk melaksanakan ibadah salat Jumat secara berjamaah.

Hari Jumat juga memiliki sejumlah keutamaan. Dalam sejumlah hadis sahih disebutkan bahwa Jumat merupakan hari ketika Allah SWT menyempurnakan penciptaan makhluk, menciptakan Nabi Adam AS, memasukkannya ke surga, mengeluarkannya dari surga, dan pada hari Jumat pula kelak Kiamat terjadi.

Baca juga:Peristiwa Rabiul Awal : Salat Jumat Pertama Rasulullah SAW di Madinah, Begini Sejarah dan KisahnyaRasulullah SAW juga menjelaskan adanya satu waktu mustajab pada hari Jumat. Pada waktu tersebut, seorang Muslim yang berdoa memohon kebaikan kepada Allah SWT akan mendapatkan pengabulan dari-Nya.

Sejarah Awal Disyariatkannya Salat Jumat

Sejarah salat Jumat memiliki perjalanan yang menarik. Menurut keterangan yang dinukil dari kajian Ustaz Ahmad Dirgahayu Hidayat, pengajar di Ma'had Aly Ponpes Salafiyah Syafi'iyyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, salat Jumat pertama kali dilaksanakan di Madinah sebelum Rasulullah SAW hijrah ke kota tersebut.

Tokoh yang disebut sebagai orang pertama yang mendirikan salat Jumat di Madinah adalah As'ad bin Zurarah, salah seorang sahabat dari Yatsrib, nama Madinah sebelum Islam.

Pelaksanaan salat Jumat tersebut berlangsung di sebuah kawasan yang dikenal dengan Naqi' al-Khadhamat. Ketika itu, Rasulullah SAW mengutus Mush'ab bin Umair ke Madinah untuk berdakwah dan mengajarkan Al-Qur'an.

Mush'ab bin Umair kemudian meminta izin kepada Rasulullah SAW yang masih berada di Makkah untuk melaksanakan salat Jumat. Rasulullah SAW pun memberikan izin.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa kewajiban salat Jumat sebenarnya telah disyariatkan ketika Rasulullah SAW masih berada di Makkah. Namun, pelaksanaannya secara berjamaah baru terealisasi di Madinah.

Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki dalam kitab Syari'atullah al-Khalidah menyebut adanya pendapat bahwa salat Jumat telah diwajibkan di Makkah.Pendapat tersebut juga dapat ditemukan dalam sejumlah kitab fikih, di antaranya Fathul Mu'in bi Syarh Qurratul 'Ain dan Hasyiah I'anah at-Thalibin.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pensyariatan kewajiban salat Jumat terjadi di Makkah, sedangkan pelaksanaan salat Jumat secara berjamaah pertama kali dilakukan di Madinah.

Perintah Salat Jumat dalam Al-Qur'an

Kewajiban salat Jumat memiliki landasan yang sangat jelas dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Jumu'ah ayat 9-10:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ۝٩ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۝١٠

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS Al-Jumu'ah: 9-10).

Ayat tersebut menjadi salah satu landasan penting mengenai kewajiban memenuhi panggilan salat Jumat. Bahkan, ketika azan Jumat dikumandangkan, umat Islam diperintahkan meninggalkan aktivitas jual beli dan segera menuju tempat pelaksanaan salat.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya juga menukil hadis riwayat Imam Muslim yang menjelaskan keistimewaan hari Jumat.Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT telah menunjuki umat Islam kepada hari Jumat, sementara umat Yahudi mendapatkan hari Sabtu dan umat Nasrani mendapatkan hari Ahad.

Dalam hadis tersebut juga dijelaskan bahwa umat Islam memang datang belakangan dalam sejarah umat manusia, tetapi menjadi umat yang pertama mendapatkan keputusan pada hari kiamat.

Keutamaan Salat Jumat

Salat Jumat memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada orang yang mempersiapkan diri dan datang lebih awal untuk melaksanakan salat Jumat.

Dalam hadis yang diriwayatkan Ahmad, An-Nasa'i dan Ibnu Hibban dari Aus bin Aus Ats-Tsaqafi, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang mandi pada hari Jumat, berangkat lebih awal, berjalan kaki, mendekati imam, kemudian mendengarkan khutbah dengan baik dan tidak melakukan perbuatan yang sia-sia, akan mendapatkan pahala besar.

Bahkan, setiap langkahnya menuju salat Jumat disebut mendapatkan pahala seperti puasa dan salat malam selama satu tahun.

Keutamaan lainnya disebutkan dalam hadis Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim. Rasulullah SAW menggambarkan besarnya pahala orang yang datang lebih awal ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat.Orang yang datang pada waktu pertama seakan-akan berkurban seekor unta. Orang yang datang pada waktu kedua seperti berkurban seekor sapi, waktu ketiga seperti berkurban seekor kambing bertanduk, waktu keempat seperti berkurban seekor ayam, dan waktu kelima seperti bersedekah dengan sebutir telur.

Ketika imam telah keluar untuk menyampaikan khotbah, para malaikat turut hadir untuk mendengarkan zikir dan khotbah.

Karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat salat Jumat. Di antaranya dengan mandi Jumat, mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, bersiwak atau membersihkan gigi, serta menjaga kebersihan dan kesucian diri.

Salat Jumat bukan sekadar kewajiban mingguan. Ibadah ini menjadi momentum bagi kaum Muslimin untuk berkumpul, mendengarkan nasihat agama melalui khotbah, memperkuat ukhuwah, sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca juga:Doa Nabi Muhammad SAW Menjelang Wafat, Mohon Pertolongan Menghadapi Sakaratul Maut

Topik Menarik