5 Cara Mencintai Nabi Muhammad SAW agar Kelak Dikumpulkan Bersama Beliau
Salah satu hadis yang populer mengisahkan percakapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam dengan seorang Arab Badui tentang hari Kiamat. Ketika orang Badui itu bertanya mengenai kapan Kiamat terjadi, Rasulullah SAW justru balik bertanya, "Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari Kiamat?"
Orang Badui itu menjawab bahwa dirinya tidak mempersiapkan banyak salat dan puasa. Namun, ia mengaku mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah SAW tidak mencelanya. Beliau justru menyampaikan kabar yang menggembirakan:
"Al-mar'u ma'a man ahabba," yang berarti, seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya.
Hadis ini menunjukkan betapa besar kedudukan cinta kepada Rasulullah SAW. Cinta kepada beliau bukan sekadar ungkapan lisan, tetapi harus dibuktikan melalui sikap, keteladanan, dan kesungguhan dalam mengikuti ajarannya.
Para sahabat telah memberikan teladan luar biasa dalam mencintai Rasulullah SAW. Mereka tidak hanya memperbanyak selawat, tetapi juga rela mengorbankan harta, tenaga, bahkan jiwa demi membela Rasulullah SAW dan agama yang beliau bawa.Baca juga:Kisah Haru Anak 8 Tahun yang Begitu Merindukan Nabi Muhammad SAW hingga Wafat di Madinah
Lantas, bagaimana cara umat Islam di zaman sekarang mencintai Nabi Muhammad SAW?
Ustaz Muchlis Al-Mughni, dai lulusan Al-Azhar Mesir, dalam tausiyah bertajuk "Edisi Cinta Rasul", menjelaskan sejumlah cara untuk menumbuhkan dan membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
1. Mencintai Rasulullah SAW Melebihi Diri Sendiri
Kecintaan kepada Rasulullah SAW semestinya ditempatkan di atas kecintaan kepada diri sendiri, keluarga, maupun manusia lainnya.Hal ini pernah dialami Sayyidina Umar bin Khattab RA. Ia pernah mengatakan kepada Rasulullah SAW bahwa dirinya mencintai beliau melebihi segala sesuatu, kecuali dirinya sendiri.
Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa kecintaan Umar belum sempurna sampai ia mencintai Rasulullah SAW melebihi dirinya sendiri.Umar kemudian merenungkan sabda tersebut. Ia menyadari bahwa ketika berada di akhirat dan membutuhkan pertolongan, tidak ada jaminan keluarga atau orang-orang yang dicintainya di dunia dapat memberikan pertolongan.
Dari kesadaran itu, kecintaan Umar kepada Rasulullah SAW semakin sempurna. Ia memahami bahwa mencintai Rasulullah SAW harus diwujudkan dengan menempatkan beliau sebagai sosok yang sangat dicintai dan ditaati.
2. Mempelajari Sirah dan Kehidupan Rasulullah SAW
Ada ungkapan, "tak kenal maka tak sayang". Prinsip ini juga berlaku dalam membangun kecintaan kepada Rasulullah SAW.Bagaimana mungkin seseorang dapat mencintai Rasulullah SAW jika tidak mengenal kehidupan beliau?
Karena itu, mempelajari Sirah Nabawiyah menjadi salah satu jalan untuk mengenal Rasulullah SAW lebih dekat. Dari sirah, umat Islam dapat mengetahui nasab beliau, keluarga, perjalanan dakwah, akhlak, kebiasaan, keistimewaan, perjuangan, hingga pesan-pesan yang beliau tinggalkan bagi umat.
Semakin dalam seseorang mengenal kepribadian Rasulullah SAW, semestinya semakin tumbuh pula rasa cinta dan keinginannya untuk meneladani beliau.
3. Memperbanyak Selawat
Orang yang mencintai seseorang biasanya akan sering mengingat orang yang dicintainya. Demikian pula kecintaan kepada Rasulullah SAW.Salah satu bentuk nyata kecintaan tersebut adalah memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.Selawat menjadi amalan yang dapat dilakukan kapan saja. Dengan memperbanyak selawat, seorang Muslim senantiasa mengingat Rasulullah SAW sekaligus memohon kepada Allah Ta'ala agar memberikan kemuliaan dan keberkahan kepada Nabi Muhammad SAW.
4. Membela Kehormatan dan Menghidupkan Sunah Rasulullah SAW
Kecintaan kepada Rasulullah SAW juga harus diwujudkan dengan menjaga kehormatan beliau dan membela ajaran yang dibawanya.Ketika nama baik Rasulullah SAW dinodai, seorang Muslim dapat menyikapinya dengan cara yang bijak dan sesuai tuntunan Islam. Di era digital, pembelaan terhadap Rasulullah SAW juga dapat dilakukan melalui berbagai media dengan menyampaikan informasi yang benar dan santun.
Namun, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti pada pembelaan secara lisan. Hal yang lebih penting adalah menghidupkan sunah beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Mengikuti akhlak Rasulullah SAW, menjaga ibadah, berlaku jujur, menyayangi sesama, serta menjauhi perbuatan yang dilarang agama merupakan bagian dari bukti kecintaan kepada beliau.
5. Menumbuhkan Kerinduan untuk Bertemu Rasulullah SAW
Cara lain untuk membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW adalah menumbuhkan kerinduan untuk bertemu beliau.Kerinduan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seorang Muslim untuk memperbanyak amal saleh, mengikuti sunah, dan memohon kepada Allah Ta'ala agar kelak dikumpulkan bersama Rasulullah SAW di akhirat.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW pernah menyampaikan kerinduannya kepada orang-orang yang belum pernah bertemu dengan beliau tetapi beriman kepadanya.Ketika para sahabat bertanya apakah mereka bukan saudara Rasulullah SAW, beliau menjelaskan bahwa mereka adalah sahabatnya. Adapun saudara-saudaranya adalah orang-orang yang beriman kepada beliau meskipun belum pernah bertemu dan melihat beliau.
Karena itu, mempelajari Sirah Nabawiyah menjadi salah satu bekal penting bagi umat Islam untuk mengenal sosok Rasulullah SAW secara lebih dekat.
Mengenal nasab, keluarga, perjuangan dakwah, akhlak, kebiasaan, keistimewaan, hingga ajaran beliau diharapkan dapat menumbuhkan mahabbah atau kecintaan yang semakin kuat.
Semoga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada ucapan dan selawat, tetapi benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengikuti ajaran dan sunah beliau, semoga kita termasuk umat yang kelak dikumpulkan bersama Rasulullah SAW.
Baca juga:11 Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Benarkah Dijauhkan dari Bala?










