Punya Riwayat Keguguran, Ini Olahraga Harus Dihindari Ibu Hamil
JAKARTA, iNews.id - Memiliki riwayat keguguran membuat ibu hamil perlu lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas fisik pada kehamilan berikutnya. Salah satunya dengan memperhatikan jenis dan intensitas olahraga agar tidak dilakukan secara berlebihan.
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Fajar Alam, mengatakan ibu dengan riwayat keguguran perlu menurunkan aktivitas fisik saat kembali hamil. Jenis olahraga yang dipilih juga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kehamilan.
"Riwayat keguguran, terus olahraga apa yang tepat buat saya? Jadi kalau ada ibu yang riwayat keguguran sebelumnya, ini menjadi wacana di hamil yang sekarang itu lebih hati-hati. Karena riwayat keguguran sebelumnya itu akan meningkatkan risiko keguguran di hamil berikutnya. Nah, itu suatu fakta data," ujar dr Fajar, dikutip Senin (24/8/2026).
Menurutnya, ibu hamil dengan riwayat keguguran sebaiknya tidak langsung mengikuti aktivitas fisik dengan intensitas seperti ibu hamil pada umumnya. Salah satu aktivitas yang perlu dipertimbangkan kembali adalah olahraga dengan durasi cukup panjang.
"Jadi, langkah pertama, aktivitas fisik di hamil yang sekarang, jika ada riwayat keguguran, berarti harus lebih rendah. Olahraganya pun dipilih olahraga yang bukan jalan 20 menit atau 30 menit sehari, tapi olahraganya lebih ke arah senam hamil," ucapnya.
dr Fajar menyarankan senam hamil sebagai salah satu pilihan aktivitas yang dapat dipertimbangkan. Gerakannya dapat disesuaikan dengan kondisi ibu hamil sehingga tidak memberikan beban aktivitas fisik yang berlebihan.
Selain olahraga, ibu hamil dengan riwayat keguguran juga perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari. Pekerjaan kantor yang menguras energi sebaiknya tidak ditambah dengan pekerjaan rumah tangga berat sehingga tubuh mengalami kelelahan berlebihan.
"Terus juga pastikan rutinitas lainnya seperti bekerja di kantor, itu juga buang kalori, itu aktivitas yang menguras tenaga juga itu juga dikurangi atau sebisa mungkin di tempat kerja itu jangan terlalu capek," katanya.
Dia juga mengingatkan agar ibu hamil tidak memaksakan diri mengerjakan pekerjaan kantor dan rumah tangga secara bersamaan.
"Nah, kemudian aktivitas rumah tangga, itu jangan didobel dengan pekerjaan kantor. Jadi, itu sama aja kerja dobel. Nah, itu terlalu capek. Sebaiknya pilih salah satu aja," ujarnya.
Tak hanya membatasi aktivitas, ibu hamil juga perlu mengenali tanda-tanda yang membutuhkan pemeriksaan medis. Dr. Fajar meminta calon ibu segera mencari pertolongan jika mengalami kontraksi yang muncul berulang atau terdapat dugaan cairan ketuban merembes.
"Kemudian kalau sudah mulai muncul kenceng-kenceng 15 menit sekali atau keputihan atau ketubannya rembes, celana dalamnya basah sendiri kayak ngompol, langsung ke dokter cari pertolongan untuk konsultasikan," ucapnya.
Dengan riwayat keguguran, bukan berarti ibu hamil harus berhenti bergerak dan berolahraga sepenuhnya. Namun, intensitas serta jenis aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi kehamilan dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan.
Jika muncul gejala yang tidak biasa selama kehamilan, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan. Langkah tersebut penting agar kondisi ibu dan janin dapat dipantau secara tepat.







