Perunggu Guncang The Sounds Project 2026, Ribuan Penonton Nyanyi Bareng
Kemeriahan hari ketiga gelaran The Sounds Project 2026 pada Minggu (9/8/2026) kian hangat saat group musik rock alternatif asal Jakarta, Perunggu, mengambil alih panggung sekitar pukul 19.30 WIB.
Berdasarkan pantauan, sorak-sorai penonton langsung pecah membahana begitu tata lampu panggung menyala, menandai hadirnya grup musik yang akrab dijuluki "band kantoran" tersebut. Menyapa ribuan pasang mata yang memadati area panggung, Perunggu membuka penampilan mereka dengan salam hangat yang khas.
Baca juga: Neck Deep Bikin The Sounds Project 2026 Bergemuruh, Penontn Kompak Nyanyi Bareng
"Assalamualaikum, The Sounds Project!" seru Perunggu dari atas panggung sebelum langsung melancarkan intro musik pembuka.
Tanpa membiarkan tempo mendingin, lagu "Tapi" dipilih sebagai amunisi pertama. Sejak bait awal dikumandangkan, penonton tanpa komando langsung bergabung dalam kor massal. Suasana kian emosional saat melantun bagian reff yang populer yang diikuti sing along para penonton. “Dunia boleh saja menahanku, ku punya doa ibu,” demikian reff yang dinyanyikan penonton.
Baca juga: Wali Guncang The Sounds Project 2026, Ribuan Penonton Ikut Bernyanyi
Melihat antusiasme, Perunggu tak melewatkan kesempatan untuk membangun interaksi yang makin akrab. Di jeda menjelang lagu kedua, mereka sempat mengajak penonton untuk "latihan vocal" singkat.
"Sudah siap untuk bernyanyi sebanyak-banyaknya malam ini?" tanya Perunggu yang disambut gemuruh jawaban dari area penonton.
Tak lama kemudian, beat cepat dari lagu "Biang Lara" langsung menghentak panggung. Tempo energik ini membuat ribuan pengunjung larut berjingkrak bersama. Puncaknya, saat bagian reff bergulir, penonton serentak melompat sambil mengacungkan tangan ke udara, sebelum akhirnya mengakhiri lagu tersebut dengan tepuk tangan meriah yang bergemuruh.Kemeriahan terus berlanjut tanpa jeda ketika intro lagu hits ketiga, "Gemilang", mulai terdengar. Penonton meresponsnya dengan chant nyaring "Oi! Oi! Oi!" mengikuti irama musik. Dari awal hingga akhir, lagu ini berhasil menciptakan aksi sing along total dari seluruh sudut arena.
Baca juga: Project Pop Rayakan 30 Tahun Karier, Gelar Konser Penuh Nostalgia
Transisi pertunjukan terasa mengalir lancar saat melodi lagu keempat yang juga menjadi salah satu lagu hits dari Perunggu berjudul "Ini Abadi", dibawakan. Penonton yang terserap oleh kedalaman lirik dan makna lagu tampak mengabadikan momen syahdu tersebut dengan mengacungkan layar ponsel mereka.
Menjelang akhir lagu, mengikuti arahan dari atas panggung, ribuan orang mengangkat dan menepukkan kedua telapak tangan mereka ke atas mengiringi irama. Panggung sempat meredup sejenak sebelum warna musik bergeser ke nada-nada yang lebih lembut dan melankolis lewat lagu "Berita Buruk".
Suasana kontemplatif itu menyambung harmonis ke trek berikutnya, "Aku Ada Untukmu", di mana gema nyanyian penonton kembali memenuhi udara malam, disertai tepukan tangan bersama yang intim.Memasuki set berikutnya, Perunggu membawakan lagu "33X" yang juga lagu hits dari mereka yang disambut nyanyian pelan namun penuh penghayatan dari para penggemar. Penonton tak henti-hentinya melantunkan baris-baris lirik populer lagu tersebut hingga usai, yang langsung dihadiahi apresiasi tepuk tangan kencang.
Sebagai pemungkas penampilan, judul lagu terakhir "Pikiran yang Matang" digaungkan dan seketika memicu sorakan paling riuh malam itu. Tanpa perlu aba-aba, penonton langsung bernyanyi bersama mengiringi musik yang santai namun tetap bertenaga.
Kemeriahan pecah sepenuhnya, penonton menepukkan tangan di atas kepala, dan menyanyikan setiap kata hingga nada terakhir usai. Penampilan Perunggu malam itu pun ditutup dengan gemuruh tepuk tangan yang membahana di arena The Sounds Project 2026.







