Respons Nafkah Rp200 Juta, Sarwendah: Selama Ini Sudah Berusaha Nafkahi Anak Mandiri

Respons Nafkah Rp200 Juta, Sarwendah: Selama Ini Sudah Berusaha Nafkahi Anak Mandiri

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39
share

JAKARTA, iNews.id – Sarwendah akhirnya buka suara menanggapi polemik nafkah anak senilai Rp200 juta yang belakangan menjadi sorotan publik. Di tengah proses sengketa hak asuh dengan mantan suaminya, Ruben Onsu, dia menegaskan selama ini telah berjuang membiayai ketiga anaknya secara mandiri.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarwendah usai menjalani sidang mediasi beberapa hari lalu. Dia memastikan kesejahteraan anak-anak tetap menjadi prioritas utama, terlepas dari berbagai isu yang berkembang di tengah proses hukum.

Sebagai seorang ibu, Sarwendah mengaku hanya ingin memberikan yang terbaik bagi ketiga buah hatinya. Dia juga berharap anak-anaknya tidak tumbuh dengan menyaksikan konflik berkepanjangan antara kedua orang tuanya.

“Sebagai seorang ibu yang punya anak, apalagi anaknya juga perempuan, saya pastinya mau yang terbaik buat anak-anak saya. Jadi saya nggak mau nanti ketika mereka besar melihat seperti ini, saya nggak mau,” ujar Sarwendah.

Menanggapi isu nafkah yang ramai diperbincangkan, Sarwendah menegaskan dirinya selama ini tidak bergantung pada pihak lain untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Dia mengaku terus berusaha bekerja demi memberikan kehidupan yang layak bagi ketiga buah hatinya.

“Jadi saya juga akan berusaha kok, ya selama ini juga saya berusaha untuk menafkahi mandiri anak-anak saya. Jadi rumah juga semuanya, jadi ya lebih baik doakan saya supaya saya bisa menjaga anak-anak saya,” katanya.

Pernyataan tersebut muncul setelah isu nafkah anak sebesar Rp200 juta menjadi perbincangan publik. Sebelumnya, pihak Ruben Onsu menyampaikan nafkah anak sempat dihentikan selama beberapa bulan karena Ruben mengaku kesulitan bertemu kedua putrinya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Sarwendah turut menanggapi isu mengenai rumah yang ikut dikaitkan dalam polemik tersebut. Dia menegaskan rumah itu memiliki nilai emosional karena almarhum ayah Sarwendah berperan besar dalam pembangunannya.

“Justru andil daripada almarhum sangat besar bagi klien kami dan mantan suaminya. Itu karya terakhir dari almarhum ayah klien kami,” katanya.

Kuasa hukum Sarwendah juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggiring opini di luar pokok perkara yang sedang diperiksa di pengadilan. Menurutnya, proses persidangan seharusnya tetap difokuskan pada kepentingan terbaik bagi anak-anak.

“Mari kita lebih bijak, hormati proses persidangan ini, fokus kepada hak asuh anak, jangan ke hal-hal yang lain dibawa-bawa seperti itu,” katanya.

Topik Menarik