Film Horor Suanggi: Ilmu Kutukan Terinspirasi Kisah Nyata Masyarakat Indonesia Timur
JAKARTA, iNews.id - Film horor Indonesia kembali menghadirkan warna baru lewat "Suanggi: Ilmu Kutukan". Berbeda dari kebanyakan film horor yang mengangkat mitos dari Pulau Jawa, film ini terinspirasi dari kisah nyata yang hidup sebagai warisan budaya lisan masyarakat Indonesia Timur.
Suanggi merupakan cerita yang dikenal luas di Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sejumlah wilayah Indonesia Timur lainnya. Setiap daerah memiliki versi berbeda mengenai sosok Suanggi, mulai dari nenek atau kakek tua, makhluk bermata merah, hingga bola api yang dipercaya memiliki kekuatan gaib.
Melalui pendekatan fiksi, film ini mengadaptasi cerita tersebut dengan tetap menghormati nilai budaya lokal. Selain menghadirkan teror, Suanggi: Ilmu Kutukan juga mengangkat tema keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia.
Sutradara Dom Dharmo mengatakan Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif.
"Indonesia memiliki kekayaan cerita rakyat yang luar biasa dan layak mendapat ruang lebih luas di industri kreatif. Kami menelusuri dalam tentang Suanggi dan mencoba memadukan bagaimana budaya Indonesia Timur ini punya nilai universal yang dapat dinikmati siapa saja se-Nusantara karena film ini juga bicara tentang keluarga, kepercayaan, ketakutan, dan perjuangan manusia," ujarnya, dalam keterangan pers dilansir Kamis (16/7/2026).
Dari sisi produksi, Mutiara Films dan Subtube Studio memadukan riset budaya dengan pengembangan karakter, sinematografi yang menampilkan lanskap khas Indonesia Timur, serta tata suara yang dirancang membangun atmosfer horor yang autentik.
Teaser poster dan teaser trailer Suanggi: Ilmu Kutukan resmi diperkenalkan di Jakarta pada Rabu (15/7/2026). Acara tersebut dihadiri perwakilan executive producer Evelin PM Pangalila, para produser Yanti Wijaya, Bona Pascal, Milka Gracia, Firdauzi Trizkiyanto, serta sutradara Dom Dharmo.
Mengenal Cedera Betis Tingkat 2 yang Dialami Neymar Jr hingga Diragukan Tampil di Piala Dunia 2026
Sejumlah pemain yang hadir di antaranya Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Stany Imbiry, Atina Akinoref, Obi Mesakh, dan Hendra Louis "Botak Bicara". Sementara beberapa pemain seperti Endhita, Arnold Kobagau, Keanu Azka, Ian Williams, dan Euginia Y. berhalangan hadir.
Produser Bona Pascal menegaskan karya terbaru Mutiara Films dan Subtube Studio ini sebagai upaya menghadirkan perspektif baru dalam perfilman horor Indonesia dengan mengangkat budaya masyarakat Indonesia Timur.
"Memang kami ingin cari suasana lain dari perfilman Indonesia, tidak itu-itu saja, dari Indonesia Barat. Kami mewakili bukan cuma Papua, tetapi mewakili orang Indonesia Timur. Suanggi itu adalah kekuatan yang amat berbahaya jika berada di tangan yang salah," katanya.
Dia menjelaskan, dalam kepercayaan masyarakat, Suanggi pada awalnya bukan ilmu yang identik dengan kejahatan. Ilmu tersebut juga dipercaya digunakan untuk tujuan baik seperti penyembuhan maupun membantu mencari nafkah. Namun ketika disalahgunakan, kekuatan itu berubah menjadi sesuatu yang berbahaya.
Pemeran utama Carissa Perusset mengaku mendapat pengalaman baru selama proses produksi film tersebut. Dia memerankan karakter Gia yang merupakan pendatang dan memiliki banyak kesamaan dengan kepribadiannya.
"Persiapan saya dibantu dengan adanya coach dan teman-teman casts dari Papua. Saya memerankan karakter Gia yang merupakan outsider, pacarnya si Beni. Sebenarnya saya dan karakter Gia tidak beda jauh, sama-sama introvert, tapi tetap saja saya banyak belajar di film ini dengan karakter yang baru," ujarnya.
Hal senada disampaikan Iwa K yang memerankan karakter Aroba. Dia mengaku melakukan observasi mendalam, termasuk mempelajari dialek Indonesia Timur agar karakter yang dimainkan terasa lebih autentik.
"Persiapan memang jadi PR, bagaimana intonasi (dialek Indonesia Timur), segala macam. Untungnya ada coach Bobi, ada casts lain, Yewen, jadi sesama pemain support. Itu yang bikin seru proses pembuatan film ini. Saya punya cara sendiri untuk observasi karakter. Intinya menyenangkan eksplor dan riset hal baru. Suanggi ini energi luar biasa yang akhirnya kami tumpahkan ke media film ini," ucapnya.
Sementara itu, komedian asal Papua John Yewen mengaku tertantang memerankan karakter Bapa John yang berprofesi sebagai pastor. Menurut dia, peran tersebut memiliki makna emosional karena berkaitan dengan harapan sang ibu semasa hidup. Film Suanggi: Ilmu Kutukan dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 10 September 2026.
Film Suanggi: Ilmu Kutukan diproduksi oleh Mutiara Films dan Subtube Studio dengan Dom Dharmo sebagai sutradara serta Baskoro Adi Wuryanto sebagai penulis naskah. Film bergenre drama horor ini dibintangi Carissa Perusset, Pangeran Lantang, Iwa K, John Yewen, Dayu Wijanto, Endhita, Stany Imbiry, Euginia Y., Atina Akinoref, Keanu Azka, Ian Williams, Obi Mesakh, Douglas Krump, Arnold Kobagau, Hendra Louis "Botak Bicara", serta penampilan mendiang Pace Cello.









