Sikat Gigi Bikin Mual dan Mata Berair? Wajib Coba Trik Sederhana Ini

Sikat Gigi Bikin Mual dan Mata Berair? Wajib Coba Trik Sederhana Ini

Gaya Hidup | okezone | Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:03
share

JAKARTA – Bagi sebagian orang, aktivitas menyikat gigi sering kali menjadi momen yang tidak menyenangkan karena memicu refleks mual atau gag reflex. Kondisi ini bahkan kerap membuat mata berair hingga batuk-batuk, sehingga banyak orang terpaksa menahan napas selama membersihkan gigi. 

Jika kamu pernah mengalami kondisi di atas, maka tips berikut ini nampaknya cocok kamu coba agar aktivitas sikat gigi kamu terasa lebih baik. Dokter sekaligus influencer kesehatan Cecep Hermawan dalam unggahan video di akun Instagramnya membagikan sebuah tips sederhana bernama “Trik Jempol”.

Cara tersebut bisa kamu lakukan dengan cara menggenggam tangan kiri, lalu melipat ibu jari atau jempol ke dalam telapak tangan dan mengepalnya kuat-kuat. Kepalan ini kemudian ditahan selama 30 detik hingga dua menit sembari menyikat gigi di area yang sensitif, dibarengi dengan menarik napas secara perlahan melalui hidung.

“Genggam tangan kiri, jempol dilipat ke dalam telapak, kepal, tahan sambil sikat gigi kurang lebih 30 detik selama dua menit berbarengan tarik nafas pelan lewat hidung,” kata dr. Cecep dikutip Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan cara ini bekerja melalui mekanisme persaingan sinyal saraf di dalam tubuh. Tekanan yang kuat pada telapak tangan kiri akan mengirimkan sinyal ke otak, yang kemudian bersaing dengan sinyal refleks muntah dari tenggorokan, sehingga, sinyal mual menjadi kurang terpicu. 

“Trik jempol ini diduga kerja lewat sinyal saraf yang saling bersaing tekanan di telapak tangan bikin sinyal gag reflex (reflex muntah) dari tenggorokan jadi kurang kepicu. Ditambah napas pelan, otot tenggorokan juga lebih rileks,” tuturnya.

Meski demikian, dr. Cecep menekankan bahwa efektivitas atau dampak dari cara ini bisa berbeda-beda pada setiap individu. Ia menyebutkan bahwa trik ini didasarkan pada sebuah studi berskala kecil.

"Catatan penting: ini baru dari 1 studi kecil (36 orang), belum banyak diulang penelitiannya. Sifatnya baik buat dicoba, bukan pasti ngefek buat semua orang ya," kata dr. Cecep.

Selain tips di atas, ia membeberkan beberapa langkah lain yang dapat diterapkan untuk mengurangi sensitivitas mulut saat menyikat gigi. Salah satunya adalah dengan memulai proses menyikat gigi dari bagian depan terlebih dahulu, baru kemudian digeser secara perlahan ke area belakang. 

Hal itu dilakukan agar sikat gigi tidak langsung menyentuh area yang paling sensitif. Penggunaan sikat gigi dengan kepala yang lebih kecil juga sangat direkomendasikan karena meminimalkan area yang tersentuh di dalam rongga mulut, sehingga tidak memicu refleks mual yang kuat.

“Sikat bagian depan dulu, baru pelan-pelan geser ke belakang. Jangan langsung ke area paling sensitif. Kepala sikat yang lebih kecil biasanya bikin area yang kesentuh lebih sedikit, jadi memicu hoek-nya nggak sekuat sikat biasa,” tuturnya.

Terakhir, ia menyebut sensitivitas mulut ini sebenarnya dapat dilatih secara bertahap setiap hari. Caranya adalah dengan menyentuh titik yang biasa memicu rasa mual menggunakan sikat gigi secara singkat, lalu menggesernya sedikit demi sedikit lebih dalam pada hari-hari berikutnya.

“Titik yang biasa bikin hoek, sentuh sebentar tiap hari pakai sikat, terus geser dikit lebih jauh dari hari sebelumnya. Lama-lama titik itu jadi kurang sensitif,” ucapnya.

Topik Menarik