Sering Tambah Saus Kemasan saat Makan Fried Chicken? Waspada Hipertensi Mengintai!

Sering Tambah Saus Kemasan saat Makan Fried Chicken? Waspada Hipertensi Mengintai!

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:05
share

JAKARTA, iNews.id – Kebiasaan menambahkan beberapa bungkus saus kemasan saat menyantap ayam goreng siap saji ternyata patut diwaspadai. Kenapa begitu? 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa saus kemasan mengandung natrium yang cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi jika dikonsumsi secara berlebihan.

Peringatan itu disampaikan Menkes Budi melalui unggahan video edukatif di akun Instagram pribadinya. Dia menegaskan bahwa yang menjadi perhatian bukanlah ayam gorengnya, melainkan jumlah saus yang sering dikonsumsi tanpa disadari.

"Buat kalian yang suka makan fried chicken siap saji seperti ini, siapa yang selalu nambahin saus demikian banyaknya? Bukan, bukan, bukan. Saya tidak pernah bilang tidak boleh makan ayamnya, ya. Tapi yang saya bilang berhati-hati adalah saus," kata Budi, dikutip Jumat (10/7/2026).

Menkes Budi Gunadi Sadikin ingatkan jangan makan saos berlebihan. (Foto: Instagram)

Menurut Menkes Budi, satu bungkus saus kemasan diperkirakan mengandung sekitar 100 miligram natrium. Dalam praktiknya, banyak orang bisa menghabiskan tiga bungkus saus atau lebih untuk satu kali makan.

"Satu sachet seperti ini mengandung 100 miligram natrium. Biasanya kalau saya lihat orang-orang makan satu potong ayam seperti ini, sachet-nya tiga biji. Ini kan paket kombonya kalau kita makan. Saya baru tahu nih. Total sachet-nya saja sudah 600 miligram," ujarnya.

Budi menjelaskan, natrium tidak hanya berasal dari saus. Ayam goreng siap saji juga telah mengandung garam dalam jumlah yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi bersamaan, total asupan natrium dapat dengan mudah melampaui batas aman harian.

"Dua ayam ini (natriumnya) masing-masing 1.000, jadi 2.000 miligram. Ini total berapa? 2.600 miligram. Batas WHO itu 2.000 miligram per hari. Selamat, kalian semua OTW hipertensi," katanya.

Mengapa Natrium Berlebih Berbahaya?

Natrium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kerja otot. Namun, konsumsi natrium yang berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat.

Dalam jangka panjang, hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri merekomendasikan konsumsi natrium tidak lebih dari 2.000 miligram per hari atau setara sekitar 5 gram garam.

Karena itu, masyarakat dianjurkan membatasi konsumsi makanan tinggi garam, termasuk makanan cepat saji, saus kemasan, makanan instan, hingga camilan olahan. Membiasakan membaca informasi nilai gizi pada kemasan juga dapat membantu mengontrol asupan natrium setiap hari.

Menkes Budi pun mengajak masyarakat yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium untuk rutin memeriksa tekanan darah. Dia menyarankan masyarakat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis di Puskesmas agar hipertensi dapat dideteksi sejak dini sebelum menimbulkan komplikasi.

"Jadi kalau kalian punya hobi makan seperti ini, udah cepat-cepat ke Puskesmas, ikuti itu cek kesehatan gratis untuk apa? Untuk mengecek hipertensinya," pungkasnya.

Topik Menarik