Dokter Ungkap Frekuensi Pria Ereksi Pagi Berkaitan dengan Risiko Kematian

Dokter Ungkap Frekuensi Pria Ereksi Pagi Berkaitan dengan Risiko Kematian

Gaya Hidup | inews | Selasa, 30 Juni 2026 - 02:21
share

JAKARTA, iNews.id - Frekuensi ereksi pada pagi hari ternyata bukan hanya berkaitan dengan kesehatan reproduksi pria. Menurut dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Adam Prabata, kondisi tersebut juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk berkaitan dengan risiko kematian.

Melalui unggahan di akun media sosial X, dr Adam mengungkapkan pria yang mulai jarang mengalami ereksi saat bangun tidur perlu lebih waspada. Sebab, kondisi tersebut berdasarkan penelitian ilmiah memiliki hubungan dengan peningkatan risiko kematian.

"Perhatian!! Jarang ereksi di pagi hari berhubungan dengan peningkatan risiko kematian pada laki-laki," tulis dr Adam.

Dia menjelaskan, sebuah penelitian menemukan pria yang jarang mengalami ereksi pagi memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan pria yang masih rutin mengalami ereksi saat bangun tidur.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa ternyata laki-laki yang jarang ereksi di pagi hari memiliki risiko kematian 28 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih rutin ereksi," katanya.

Menurut dr Adam, kaitan tersebut bukan berarti ereksi pagi secara langsung menentukan harapan hidup seseorang. Namun, frekuensi ereksi pagi dapat mencerminkan kondisi kesehatan pembuluh darah yang berperan penting dalam berbagai fungsi tubuh.

Selama ini, gangguan ereksi diketahui berkaitan erat dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah. Kedua kondisi tersebut memiliki penyebab yang sama, yaitu kerusakan pada lapisan pembuluh darah, penumpukan plak di arteri, serta peradangan sistemik.

"Masalah ereksi memang diketahui terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah karena kedua kondisi tersebut disebabkan oleh masalah dalam tubuh yang sama yaitu kerusakan sel pembuluh darah, penumpukan plak, dan radang sistemik," ujar dr Adam.

Ereksi yang terjadi saat bangun tidur merupakan kondisi fisiologis yang normal pada pria sehat. Kondisi ini dipengaruhi oleh fungsi saraf, hormon, serta kelancaran aliran darah menuju organ reproduksi.

Karena itu, perubahan frekuensi ereksi pagi yang terjadi secara terus-menerus tidak sebaiknya diabaikan. Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal adanya gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Meski demikian, dr Adam mengingatkan pria tidak perlu panik apabila sesekali tidak mengalami ereksi saat bangun tidur. Yang lebih penting adalah memperhatikan perubahan yang berlangsung dalam jangka panjang dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila disertai keluhan lain.

"Bagi para laki-laki, coba perhatikan ya apakah kalian masih ereksi setiap pagi," katanya.

Menjaga pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak merokok, mengendalikan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit kronis. Dengan demikian, kesehatan seksual dan kesehatan tubuh secara keseluruhan dapat tetap terjaga.

Topik Menarik