Kenapa Setelah Berhubungan Intim Bikin Ngantuk? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Setelah Berhubungan Intim Bikin Ngantuk? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 25 Juni 2026 - 02:11
share

JAKARTA - Banyak orang mengaku merasa lebih rileks bahkan mengantuk setelah berhubungan intim. Ternyata, kondisi tersebut bukan sekadar perasaan semata. Sejumlah penelitian menunjukkan aktivitas seksual memang dapat memengaruhi kualitas tidur dan membantu tubuh lebih mudah beristirahat.

Salah satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sleep Health menemukan bahwa aktivitas seksual sebelum tidur berpotensi meningkatkan efisiensi tidur seseorang. Meski penelitian tersebut masih bersifat awal, hasilnya memperlihatkan adanya hubungan antara orgasme dan kualitas istirahat yang lebih baik.

Melansir laman Prevention, para peneliti melibatkan tujuh pasangan sehat yang aktif secara seksual dalam sebuah penelitian. Selama 11 malam, peserta diminta menjalani tiga kondisi berbeda, yakni tidak melakukan aktivitas seksual, melakukan masturbasi hingga mencapai orgasme, dan berhubungan intim dengan pasangan hingga orgasme.

Aktivitas tidur mereka dipantau menggunakan perangkat khusus yang merekam aktivitas otak, pernapasan, dan gerakan tubuh selama tidur. Selain itu, para peserta juga mengisi jurnal harian mengenai kualitas tidur, suasana hati, serta aktivitas seksual yang dilakukan.

Hasil Riset

Hasilnya menunjukkan bahwa pada malam setelah berhubungan intim atau mencapai orgasme, peserta cenderung memiliki efisiensi tidur yang lebih baik dibandingkan malam tanpa aktivitas seksual. Mereka juga tercatat lebih sedikit terbangun di tengah malam dan menghabiskan lebih banyak waktu dalam kondisi tidur.

Meski para peserta tidak selalu merasakan perbedaan yang signifikan secara subjektif, banyak di antaranya mengaku merasa lebih segar, termotivasi, dan siap menjalani aktivitas keesokan harinya setelah berhubungan intim dengan pasangan.

Lalu, mengapa berhubungan intim bisa membuat seseorang lebih mudah mengantuk?

Menurut ahli neurologi dan spesialis gangguan tidur, W. Christopher Winter, orgasme memicu perubahan kimiawi dalam tubuh yang berkontribusi pada rasa kantuk.

"Hormon oksitosin yang dilepaskan setelah orgasme bertindak sebagai obat penenang alami," jelas Winter.

Selain oksitosin, tubuh juga melepaskan hormon prolaktin setelah orgasme. Menurut pakar kesehatan perempuan Jennifer Wider, hormon ini berperan menciptakan rasa nyaman dan rileks yang dapat meningkatkan keinginan untuk tidur.

Tak hanya faktor hormonal, aktivitas seksual juga diketahui membantu menurunkan tingkat stres. Kondisi emosional yang lebih tenang membuat pikiran lebih siap untuk beristirahat.

Pakar hubungan dan seksolog Jessica O'Reilly menjelaskan bahwa setelah orgasme, aktivitas pada beberapa bagian otak yang berhubungan dengan gairah dan respons emosional mengalami penurunan.

"Setelah orgasme, penurunan aktivitas di area otak seperti amigdala dan korteks cingulata dapat mengurangi stimulasi emosional dan membuat seseorang lebih mudah tertidur," ujarnya.

Selain membantu tidur, aktivitas seksual juga memberikan sejumlah manfaat lain bagi kesehatan mental. Saat gairah dan orgasme terjadi, tubuh melepaskan dopamin, oksitosin, serta endorfin yang dapat membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi kecemasan, dan meredakan stres.

Jessica O'Reilly menambahkan bahwa pelepasan opioid alami selama hubungan seksual juga dapat membantu meningkatkan toleransi tubuh terhadap rasa nyeri, termasuk sakit kepala atau kram ringan.

Dengan berbagai efek tersebut, tak heran jika banyak orang merasa lebih tenang dan mengantuk setelah berhubungan intim. Selain menjadi bentuk kedekatan emosional dengan pasangan, aktivitas ini juga dapat membantu tubuh memasuki fase istirahat dengan lebih nyaman.

Topik Menarik