Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti Status Rumah Sarwendah, Pertanyakan soal Cicilan Rumah

Kuasa Hukum Ruben Onsu Soroti Status Rumah Sarwendah, Pertanyakan soal Cicilan Rumah

Gaya Hidup | inews | Senin, 22 Juni 2026 - 10:29
share

JAKARTA, iNews.id – Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi pernyataan kubu Sarwendah terkait status rumah yang saat ini ditempatinya. Minola menilai terdapat inkonsistensi dalam penjelasan yang disampaikan pihak Sarwendah mengenai pembagian aset setelah perceraian.

Minola menjelaskan polemik tersebut berawal dari surat yang dikirimkan pihak Ruben untuk meminta kejelasan mengenai pembagian harta bersama. Salah satu yang dipertanyakan adalah keberadaan dokumen properti yang telah dibagi berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

“Kalau memang sudah dibagi sesuai kesepakatan Akta 39, apa yang menjadi haknya Ruben dan apa yang menjadi haknya S, kami mempertanyakan mana surat-surat yang berkaitan dengan properti yang sudah menjadi haknya Ruben,” kata Minola.

Menurutnya, permintaan tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses penyelesaian aset pasca perceraian. Namun, persoalan itu justru berkembang menjadi konsumsi publik setelah pihak Sarwendah menggelar konferensi pers.

Dalam kesempatan tersebut, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyatakan rumah yang menjadi sorotan telah menjadi bagian hak Sarwendah. Pernyataan itu kemudian menimbulkan pertanyaan dari pihak Ruben.

“Kalau memang itu sudah menjadi bagian rumahnya S dari Akta 39, berarti wajar dong kalau kami mempertanyakan surat-surat untuk bagian yang menjadi bagiannya Ruben,” ujar Minola.

Tak hanya soal dokumen, Minola juga menyoroti kewajiban pembayaran cicilan rumah tersebut. Dia mempertanyakan alasan cicilan masih dibebankan kepada Ruben apabila rumah itu memang telah sepenuhnya menjadi hak Sarwendah.

“Kalau rumah itu sudah menjadi bagian rumahnya S, kenapa kewajibannya masih terbeban kepada Ruben sendirian untuk membayar cicilan?” katanya.

Meski demikian, Minola menegaskan isu utama yang menjadi perhatian pihaknya saat ini bukanlah persoalan aset. Dia menilai masalah pembagian harta seharusnya tidak perlu menjadi konsumsi publik.

Menurut Minola, fokus yang lebih penting adalah kepentingan anak-anak pasca perceraian. Dia berharap anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama kedua orang tuanya.

“Pembahasan sesungguhnya adalah bagaimana caranya supaya anak-anak itu bisa dalam seminggu dua hari atau tiga hari berkumpul bersama-sama dengan Ruben,” ujar Minola.

Topik Menarik