Jangan Tutup Hidung saat Bersin! Dokter Ungkap Cara Aman dan Tetap Sopan
JAKARTA, iNews.id - Jangan tutup hidung saat bersin pesan penting yang disampaikan dokter umum sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi. Kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang untuk menahan suara bersin atau menjaga penampilan di depan umum ternyata dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan telinga.
Bersin merupakan refleks alami tubuh untuk mengeluarkan debu, kotoran, maupun partikel asing yang mengiritasi saluran hidung. Meski demikian, tidak sedikit orang yang memilih menutup hidung rapat atau menahan bersin karena merasa kurang nyaman melakukannya di tempat ramai.
Menurut dr Tirta, tindakan tersebut justru dapat membahayakan tubuh. Dia menjelaskan tekanan udara yang muncul saat bersin sangat besar, bahkan bisa mencapai lima hingga enam kali tekanan saat bernapas normal.
"Nah, ini saya sampai tadi nyari artikel medis dulu dari THT karena takutnya mitos atau fakta. Jawabannya fakta. Ketika kita bersin, tekanannya dikeluarkan oleh tubuh itu bisa lima sampai enam kali tekanan kita nafas. Dan saluran antara telinga, hidung, dan tenggorokan itu tersambung semua," kata dr Tirta dikutip dari akun Instagram pribadinya, Jumat (19/6/2026).
Dia menerangkan telinga, hidung, dan tenggorokan terhubung melalui saluran bernama tuba eustachius. Saat seseorang menahan bersin dengan menutup hidung, tekanan udara yang seharusnya keluar dari tubuh akan mencari jalur lain.
Akibatnya, tekanan tersebut dapat terdorong ke arah telinga tengah dan memberikan beban berlebih pada gendang telinga. Jika kebiasaan itu dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, risikonya bisa semakin besar.
"Otomatis tekanan udara tersebut akan mendesak ke telinga. Di mana telinga di sini ada gendang telinga dan telinga bagian tengah. Akhirnya kalau kamu lakukan terus-menerus bertahun-tahun, berbelasan tahun, bisa rentan terjadi kerusakan gendang telinga dan kerusakan tulang-tulang telinga," kata dr Tirta.
Selain gendang telinga, terdapat tiga tulang kecil di telinga tengah yang berperan penting dalam proses pendengaran. Tekanan udara yang berbalik arah akibat bersin yang ditahan berpotensi mengganggu bagian tersebut.
Lalu bagaimana cara bersin yang benar agar tetap sopan tanpa membahayakan kesehatan?
Dr Tirta menyarankan masyarakat tetap membiarkan bersin keluar secara alami. Namun, untuk menjaga kebersihan dan etika saat berada di sekitar orang lain, hidung dan mulut sebaiknya ditutup menggunakan siku bagian dalam.
"Itu alasan kenapa kalau kamu bersin di tempat ini, solusinya adalah bersinkan saja, tapi ditutup dengan siku, sehingga nggak berisik. Tapi kalau kamu tahan, hati-hati. Niat bersin malah sobek gendang telingamu," kata dr Tirta.
Cara tersebut dinilai lebih aman karena tetap memungkinkan tekanan udara keluar dari tubuh tanpa memberikan tekanan berlebih ke telinga. Selain itu, menutup bersin dengan siku juga membantu mencegah penyebaran droplet ke lingkungan sekitar.
Karena itu, jika muncul keinginan untuk bersin saat berada di tempat umum, jangan buru-buru menutup hidung rapat atau menahannya. Biarkan tubuh menjalankan refleks alaminya dengan cara yang benar agar kesehatan telinga tetap terjaga.








