Ruben Onsu Kesal Rumah Dipakai Konten, Kuasa Hukum Singgung Etika Sengketa Harta Gono-gini

Ruben Onsu Kesal Rumah Dipakai Konten, Kuasa Hukum Singgung Etika Sengketa Harta Gono-gini

Gaya Hidup | inews | Rabu, 17 Juni 2026 - 07:06
share

JAKARTA, iNews.id – Presenter Ruben Onsu kembali meluapkan kekesalannya atas penggunaan rumah dan mobil yang masih berstatus dalam proses penyelesaian harta gono-gini dengan mantan istrinya, Sarwendah. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben menilai penggunaan rumah untuk keperluan konten tidak etis.

Minola mengatakan, sindiran yang sempat disampaikan Ruben di media sosial muncul karena adanya keberatan atas penggunaan fasilitas yang dibangun bersama selama pernikahan untuk kepentingan pribadi.

"Kalau kita ingin melakukan suatu pekerjaan konten demi kepentingan kita, apalagi seolah-olah kita berada di rumah kediaman tinggal kita sendiri, ya harusnya janganlah digunakan rumah tempat kediaman orang yang masih berproses dalam hal penyelesaian harta gono-gini," kata Minola Sebayang dalam konferensi pers virtual melalui Zoom, belum lama ini.

Menurutnya, status rumah tersebut secara hukum belum sepenuhnya berada dalam penguasaan salah satu pihak. Meski pembagian harta telah diputuskan, proses penyelesaiannya masih berjalan.

"Walaupun sudah ada pembagiannya, tapi kan ini masih belum dikuasai oleh masing-masing pihak sepenuhnya. Jadi artinya Ruben mungkin ingin mengatakan bahwa kalaupun memang kita ingin kelihatan gagah, ya kita tidaklah menggunakan fasilitas yang mana fasilitas itu juga merupakan ada andilnya Ruben di dalamnya," ujarnya.

Minola menegaskan, Ruben tidak memiliki maksud lain selain menyampaikan pesan agar semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Dia berharap persoalan tersebut dapat disikapi dengan bijak tanpa menimbulkan polemik baru.

"Dia hanya ingin memberikan pesan ya, saya kira seperti itu kalau saya melihatnya," ucap Minola.

Perseteruan terkait aset pascacerai antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih menjadi perhatian publik. Hingga kini, proses penyelesaian harta gono-gini keduanya disebut belum sepenuhnya rampung.

Topik Menarik