Mitos atau Fakta: Bisa Tertular Penyakit Kelamin dari Toilet Umum, Kolam Renang, atau Handuk?
PENYAKIT menular seksual (PMS) dianggap bisa dengan mudah menular. Bahkan, ada pandangan yang menyebut PMS bisa menular di toilet umum, berenang di kolam yang sama, atau karena tidak sengaja menggunakan handuk milik orang lain.
Apakah anggapan tersebut benar atau sekadar mitos semata? Hal ini tentunya menarik untuk diulas lebih mendalam.
1. Penularan Penyakit Kelamin
Dokter Kulit dari RS Columbia Hospital Pulomas, dr. Radema Maradong Ayu Pranata, Sp.DVE, dalam acara Morning Zone di Youtube Okezone menegaskan bahwa pandangan itu mitos semata. Dia menjelaskan bahwa bakteri dan virus penyebab sebagian besar penyakit menular seksual membutuhkan kondisi lingkungan tertentu untuk bisa bertahan hidup dan menularkan infeksi.
Di luar tubuh manusia, mikroorganisme tersebut biasanya tidak dapat hidup lama. Alhasil, risiko penularan melalui benda mati atau fasilitas umum menjadi sangat rendah.
Aldi Taher Minta Maaf ke Dewi Perssik usai Teguran soal Anak, Akui Salah dan Introspeksi Diri
“Mitos (seseorang bisa tertular penyakit kelamin menular hanya karena menggunakan toilet umum duduk, berenang di kolam yang sama, atau salah pakai handuk orang lain),” ucap dr. Dema.
"Jarang banget, mungkin hanya 0,000 sekian persen, karena bakteri itu harus hidup di lingkungan yang sesuai untuk dia hidup. Begitu juga virus. Kalau tidak sesuai, dia tidak bisa bertahan. Jadi jarang banget," jelas dr. Dema.
2. Tidak Perlu Khawatir
Penyakit menular seksual seperti gonore, sifilis, klamidia, maupun HIV umumnya menyebar melalui kontak seksual, pertukaran cairan tubuh, atau kontak langsung dengan luka yang terinfeksi. Karena itu, seseorang tidak perlu terlalu khawatir tertular PMS hanya karena duduk di toilet umum, berenang di kolam renang yang sama, atau menggunakan handuk orang lain secara tidak sengaja.
Meski demikian, menjaga kebersihan tetap penting dilakukan. Toilet umum, kolam renang, maupun handuk yang tidak higienis memang bisa menjadi sumber penyebaran penyakit lain seperti infeksi kulit, jamur, atau gangguan pencernaan.
Oleh karena itu, masyarakat tetap disarankan menjaga kebersihan diri. Selain itu, penerapan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko berbagai penyakit.









