Berapa Banyak Daging Kurban Boleh Dikonsumsi? Ini Batas Amannya
JAKARTA - Momen Idul Adha identik dengan aneka olahan daging kurban, mulai dari sate, gulai, hingga rendang. Meski menjadi hidangan favorit banyak orang, konsumsi daging tetap perlu dibatasi agar tidak memicu gangguan kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat kolesterol tinggi, hipertensi, atau penyakit metabolik lainnya.
Lalu, berapa sebenarnya jumlah daging kurban yang aman dikonsumsi dalam sehari?
Batas Aman Konsumsi Daging
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Premier Jatinegara, dr. Dwi Rendra Hadi, Sp.PD, menjelaskan bahwa konsumsi daging sapi maupun kambing yang dianjurkan secara umum berkisar antara 50 hingga 80 gram per hari.
Jumlah tersebut merupakan total konsumsi harian, bukan porsi dalam satu kali makan. Jika diubah ke bentuk makanan yang lebih familiar, takaran tersebut setara dengan sekitar 3–5 tusuk sate atau 2–3 potong kecil rendang.
“Untuk daging sapi atau kambing idealnya makannya tuh cuma 50-80 gram sehari. Kita bicara secara umum, bukan dalam sekali makan. Itu kalau sate kurang lebih ya 3-5 tusuk,” ujar dr. Rendra dalam acara Morning Zone.
“Itu secara teorinya, yang lebih dianjurkan seperti itu. Kalau rendang, kurang lebih 2-3 potong yang kecil,” lanjutnya.
Meski demikian, dr. Rendra menegaskan bahwa kebutuhan setiap orang tidak bisa disamaratakan. Faktor seperti usia, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, hingga pola makan sehari-hari turut memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengolah asupan daging.
Karena itu, ada orang yang bisa mengonsumsi daging dalam jumlah cukup banyak tanpa mengalami keluhan, sementara sebagian lainnya lebih sensitif terhadap konsumsi makanan tinggi lemak dan protein.
“Tapi kalau untuk porsi individu untuk menimbulkan gejala sebenarnya sangat relative artinya berbeda-beda. Makanya ada orang yang bisa mukbang, tapi enggak ada gejala apa-apa,” jelas dr. Rendra.
Selain memperhatikan jumlah, masyarakat juga disarankan memperhatikan cara pengolahan daging. Penggunaan santan berlebihan, garam, gula, maupun jeroan dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dibandingkan daging itu sendiri. Karena itu, mengonsumsi daging secukupnya dan mengimbanginya dengan sayur, buah, serta air putih tetap menjadi kunci agar tetap sehat selama perayaan Idul Adha.










