Mengenal Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni

Mengenal Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni

Gaya Hidup | sindonews | Jum'at, 29 Mei 2026 - 15:51
share

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni sebagai momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tahun 2026, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Tema tersebut menegaskan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus ideologi pemersatu bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Selain menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara, nilai-nilai Pancasila juga dinilai relevan dalam menciptakan perdamaian dunia.

Baca juga: Semua Mantan Presiden dan Wapres Diundang ke Upacara Hari Lahir Pancasila

Sejarah Hari Lahir Pancasila

Dikutip dari laman Museum Pendidikan Nasional UPI, sejarah lahirnya Pancasila bermula pada masa akhir pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1945. Saat itu, Jepang mulai mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang kemudian menjanjikan kemerdekaan dan membentuk sebuah badan yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Pada 29 April 1945, dibentuklah Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Lembaga ini memiliki tugas membahas berbagai hal penting terkait persiapan kemerdekaan, termasuk dasar negara Indonesia.

Baca juga: Presiden Prabowo akan Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 1 JuniBPUPKI kemudian menggelar sidang pertamanya pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Dalam sidang tersebut, sejumlah tokoh nasional menyampaikan gagasan mengenai dasar negara Indonesia yang akan dibentuk setelah merdeka.

Puncaknya terjadi pada 1 Juni 1945 ketika Ir. Soekarno menyampaikan pidato bersejarah yang memperkenalkan lima prinsip dasar negara yang kemudian dikenal dengan nama Pancasila.

Lima sila yang disampaikan Soekarno meliputi Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Momen pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 tersebut kemudian dikenang sebagai hari lahirnya Pancasila.

Baca juga: Ini Perbedaan Sejarah Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Lahir Pancasila yang Sering DisalahpahamiSetelah sidang BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas merumuskan lebih rinci dasar negara Indonesia. Panitia ini terdiri dari sembilan tokoh nasional, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Mr. Muhammad Yamin, Achmad Soebardjo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Abdul Kahar Muzakkar, H. Agus Salim, dan K.H. Abdul Wahid Hasyim.

Hasil pembahasan Panitia Sembilan kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Dalam rumusan tersebut tercantum sila pertama berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.

Namun, rumusan itu memunculkan perdebatan di kalangan tokoh bangsa. Salah satu keberatan disampaikan oleh J. Latuharhary yang menilai kalimat tersebut dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam.

Setelah melalui berbagai perdebatan pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), pada tanggal 18 Agustus 1945, Moh. Hatta membacakan rumusan akhir pembukaan UUD Negara. Salah satunya perubahan kalimat pada dasar negara menjadi hanya “Negara berdasarkan ke-Tuhanan Yang Maha Esa”.

Perubahan ini dianggap sebagai rumusan akhir dasar negara yang dikenal dengan nama Pancasila. Pancasila dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia dalam sidang BPUPKI.

Topik Menarik