Rentan Osteoporosis, Wanita Lebih Butuh Latihan Angkat Beban Dibanding Pria

Rentan Osteoporosis, Wanita Lebih Butuh Latihan Angkat Beban Dibanding Pria

Gaya Hidup | inews | Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:10
share

JAKARTA, iNews.id - Latihan angkat beban selama ini identik dengan pria yang ingin membentuk otot dan tubuh atletis. Namun faktanya, perempuan justru disebut lebih membutuhkan latihan beban karena memiliki risiko osteoporosis yang jauh lebih tinggi.

Hal itu dijelaskan perawat sekaligus kreator edukasi kesehatan di media sosial X, Rizal melalui akun @afrkml. Menurut dia, wanita terutama setelah menopause sangat rentan mengalami pengeroposan tulang.

“Terutama buat cewe-cewe nih, kalian tuh yang paling butuh angkat beban dibanding cowo-cowo sebenarnya karena risiko osteoporosis tuh tingginya ada pada wanita,” tulis Rizal.

Dia menjelaskan, latihan beban mampu merangsang pembentukan tulang baru dan menjaga kepadatan tulang agar tidak mudah keropos. Tubuh manusia sebenarnya terus melakukan regenerasi tulang setiap hari melalui kerja osteoklas dan osteoblas.

“Aktivitas ini gacor-gacornya terjadi ketika usia kita di bawah 30 tahun. Setelah itu, proses pembentukan tulang pelan-pelan mulai kalah dibanding proses pengikisannya,” katanya.

Karena itu, penting memiliki “tabungan tulang” sejak muda melalui aktivitas fisik. Jika tubuh jarang menerima tekanan mekanis dari olahraga, kepadatan tulang perlahan akan menurun.

“Nah masalahnya, kalau badan jarang dapat beban mekanis alias jarang dipakai buat angkat-angkat beban, tubuh bisa nganggep ‘oh yaudah, kayaknya pemilik badan nggak butuh amat tulang kuat’,” tulisnya.

Rizal mengatakan resistance training seperti squat, deadlift, push up hingga latihan dumbbell dapat memberi sinyal pada tulang agar menjadi lebih kuat dan padat. Kondisi ini membantu menurunkan risiko osteoporosis di masa depan.

“Kalau terus dilakukan, tulang jadi makin padat dan risiko osteoporosis menurun,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan bahwa wanita pasca menopause mengalami penurunan hormon estrogen secara drastis. Padahal hormon tersebut berperan penting menjaga kepadatan tulang.

“Makanya osteoporosis pada wanita memang jauh lebih besar risikonya dibanding cowok,” kata Rizal.

Topik Menarik