Malaria Monyet Ditemukan di Aceh dan Meningkat di Malaysia, Ternyata Tidak Menular Langsung dari Manusia ke Manusia
JAKARTA – Kasus Malaria Monyet atau Malaria Knowlesi saat ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, terjadi peningkatan kasus Malaria Monyet di Malaysia dan bahkan ada beberapa temuan kasus di Aceh.
Tentunya, kondisi ini menjadi satu kekhawatiran bagi masyarakat. Namun ternyata, Malaria Monyet tidak menular antara manusia kepada manusia.
1. Penularan Malaria Monyet
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Inke Nadia Diniyanti Lubis dalam media briefing “Mengenal Monkey Malaria” secara daring mengatakan, penularan Malaria Knowlesi hanya bisa terjadi lewat nyamuk Anopheles yang membawa parasit plasmodium knowlesi dari monyet kepada manusia. Sehingga, jika ada manusia yang sudah terkena Malaria Monyet, ia tidak bisa menularkan kepada manusia lainnya.
“Penularannya juga lewat nyamuk, bukan lewat kontak. Jadi penularannya masih saat ini yang dilaporkan dari monyet ke manusia,” jelas dr. Inke, Rabu (13/5/2026).
Siap-Siap Ngiler! Makan Bareng Chef di GTV Bakal Bikin Pengalaman Kuliner Kamu Naik Level!
“Bahkan, tidak ada dari manusia ke manusia. Jadi kalau sudah ada manusia yang terinfeksi dengan malaria nolesi lalu digigit oleh nyamuk, dia tidak bisa menularkan ke orang lain. Jadi masih satu arah dari monyet ke manusia,” lanjutnya.
2. Mitos Terkait Malaria Monyet
Lebih lanjut, dr. Inke juga meluruskan berbagai mitos terkait penyakit Malaria Knowlesi. Salah satunya penularan dengan kontak langsung atau melalui udara.
dr. Inke menegaskan bahwa penyakit tersebut tidak menular melalui udara. Apalagi, penularan kontak langsung itu dipastikan tidak terjadi.
“Apa yang perlu kita ketahui tentang Malaria Knowlesi, apakah dia menular dari orang-orang, kebentuk ini hanya mitos, jadi penularan ini tetap harus dilakukan dari gigitan nyamuk, dari monyet ke manusia, jadi bukan dari udara ataupun dengan kontak,” tutur dia.
dr. Inke juga menekankan bahwa penularan haruslah melalui nyamuk. Sehingga, jika manusia kontak dengan monyet yang terinfeksi, hal itu tidak membuat manusia tersebut beresiko terkena Malaria Knowlesi.
“Itu juga tidak termasuk menjadi faktor risiko, karena penularannya harus melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit, lalu digigit kembali masuk melalui darah, jadi bukan melalui makanan, bukan melalui udara ataupun dengan kontak,” pungkas dia.
Sebagai informasi, Malaria Monyet merupakan penyakit malaria yang disebabkan oleh parasit plasmodium knowlesi yang menginfeksi monyet dan tertular kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit tersebut dari monyet.
Penyakit ini biasanya terjadi di wilayah yang dekat dengan hutan atau di lingkungan masyarakat yang terbiasa masuk ke dalam hutan. Namun, hanya jenis nyamuk tertentu seperti Anopheles yang bisa membawa atau mendistribusikan penularan virus tersebut dari monyet kepada manusia.
Terlebih, pola penularan hanya bisa terjadi jika ketiga faktor, yaitu monyet, nyamuk dan manusia berada dalam satu lingkungan.










