Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan Tanoto Foundation meluncurkan buku cerita anak berjudul “Misi untuk Raka” pada Rabu (13/5/2026)..
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, ketiga pihak menghadirkan buku cerita bergambar bagi anak usia 3–8 tahun yang tidak hanya mendorong aktivitas tanpa gawai, tetapi juga menjadi panduan praktis bagi orang tua dalam mendampingi penggunaan gawai secara bijaksana di rumah.
Baca juga: Buku 'Teladan Sang Menteri' Diluncurkan, Ungkap Kepemimpinan Religius Nasaruddin Umar
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menegaskan pentingnya penguatan peran keluarga dalam mendampingi anak di era digital.
“Tanpa pengawasan yang jelas dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak, penggunaan gawai berlebihan berisiko mengganggu kebutuhan dasar anak akan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangannya,” ujar Menteri PPPA, melalui siaran pers, Rabu (13/5/2026).Menteri PPPA juga menyampaikan buku “Misi untuk Raka” hadir sebagai instrumen edukatif untuk membantu orang tua dan anak membangun dialog dan menemukan kembali kegembiraan dalam aktivitas fisik dan interaksi langsung yang menyehatkan.
“Perlu kolaborasi banyak pihak untuk menjaga pertumbuhan anak Indonesia optimal, bukan hanya dari orang tua, guru, dan pemerintah, namun juga pihak lain yang berkaitan. Inilah mengapa melalui buku ini kami berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dan Tanoto Foundation, yang memiliki visi yang sama,” sambung Menteri PPPA.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Kemendikdasmen, Rita Pranawati menekankan respon yang diberikan harus tepat dengan perkembangan yang ada.
"Di tengah pesatnya era digital yang membawa tantangan seperti adiksi gawai hingga rendahnya literasi digital, pendidikan harus merespons tidak hanya melalui aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter yang fundamental, salah satunya lewat Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dari Kemendikdasmen,” sebut Rita.
Buku ini turut mendukung penguatan karakter, yang juga mengandung nilai-nilai yang senada dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. “Kami menyambut baik buku Misi Untuk Raka, yang menguatkan pilar-pilar Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui cerita, anak-anak memiliki alternatif yang positif sekaligus bermanfaat bagi dirinya”, ujar Rita.Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry, yang turut hadir dalam peluncuran ini mengatakan bahwa penguatan kapasitas pengasuh dan penyediaan alternatif aktivitas tanpa gawai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Teknologi telah menjadi bagian dari kegiatan keseharian keluarga. Namun, anak usia dini tetap membutuhkan ruang untuk bergerak, bermain, membaca, berkarya, dan membangun interaksi sosial secara nyata. Karena itu, melalui buku ini kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih positif, yaitu tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga memperkenalkan aktivitas alternatif yang menyenangkan dan bermakna bagi anak,” ujarnya.
Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan dan kesehatan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada tahun 1981, sebelumnya telah meluncurkan tiga Buku Cerita Anak SIGAP bersama KemenPPPA dan Kemendikdasmen.
Buku-buku tersebut yaitu “Rubrik Unik Korona” yang menjadi sarana edukasi mengenai pandemi pada tahun 2021, “Saat Noni Datang” yang mengangkat tema edukasi emosi dan perasaan pada 2022, dan “Bisa atau Tidak, Ya?” yang mendorong tumbuhnya kemandirian pada anak sejak usia dini di tahun 2024.
“Buku-buku ini menjadi bukti nyata dari komitmen kami dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pengasuhan dan literasi anak,” tutup Eddy.
Sebagai buku seri keempat, “Misi untuk Raka” mengangkat empat aktivitas utama #SeruTanpaLayar, yaitu bergerak, berbuat baik, membaca, dan berkarya. Buku ini juga dilengkapi tips praktis bagi orang tua melalui prinsip 3S: screen time, screen break, dan screen zone untuk membantu menciptakan lingkungan pengasuhan yang sehat dan seimbang di rumah.
Untuk menjangkau anak-anak dan keluarga di seluruh Indonesia, buku “Misi untuk Raka” tersedia dalam format cetak dan dapat diunduh secara gratis melalui situs resmi Tanoto Foundation










